BULUKUMBA — Wakil Bupati Bulukumba, H. Andi Edy Manaf, memimpin langsung rapat koordinasi bersama 12 organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan dan lembaga dakwah di Ruang Rapat Wakil Bupati, Jumat (21/8/2026). Pertemuan ini menjadi ajang penyelarasan program pemerintah dengan langkah para dai di lapangan.
Dalam arahannya, Andi Edy Manaf menyebut dukungan ormas dan dai sangat dibutuhkan untuk mengimplementasikan berbagai program, khususnya di bidang keagamaan. "Pemerintah sangat membutuhkan dukungan kita semua, baik ormas maupun dai, dalam rangka mengimplementasikan berbagai program nantinya," ujarnya.
Delegasi Korps Da'i Muda Penggerak Desa (KAMPAS) Jabal Rahmah dan Zulfadli Al Alim memanfaatkan forum ini untuk menyampaikan apresiasi atas dibukanya ruang dialog oleh pemerintah daerah. Mereka menilai langkah ini penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di Bulukumba.
Di hadapan jajaran Kesra, KAMPAS mengangkat dua persoalan yang dinilai krusial. Pertama, soal pembinaan generasi muda. Jabal Rahmah, yang juga tenaga pendidik, menyampaikan keprihatinan terhadap fenomena LGBT yang belakangan meresahkan masyarakat. Ia menilai persoalan ini tidak cukup diselesaikan lewat regulasi semata.
"Persoalan tersebut tidak cukup hanya disikapi melalui pendekatan regulasi, tetapi juga membutuhkan penguatan pendidikan, pembinaan keagamaan, pendampingan keluarga, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat," ungkapnya. KAMPAS menyatakan siap membersamai Majelis Dai Muda yang sebelumnya telah menyampaikan aspirasi ke pimpinan DPRD Bulukumba terkait pentingnya regulasi menjaga generasi muda.
Isu kedua yang diangkat adalah penguatan fungsi masjid. Jabal Rahmah berharap semakin banyak masjid di Bulukumba yang tidak sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat dan sumber peradaban.
Ia mencontohkan Masjid Pejuang Subuh dan Masjid Kapal Munzalan Mubarakan yang dinilai telah menunjukkan peran tersebut. Menurutnya, masjid berarsitektur kayu yang sederhana justru membuktikan bahwa kemanfaatan sebuah masjid tidak ditentukan oleh kemegahan bangunan.
"Masjid sederhana dengan arsitektur kayu, tetapi kemanfaatannya mampu menginspirasi banyak masjid. Ini yang perlu kita dorong, agar masjid benar-benar hadir sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan umat," kata Jabal Rahmah.
Zulfadli Al Alim, yang juga Sekretaris Majelis Dai Muda (MDM), berharap sinergi antara pemerintah, dai, dan ormas terus diperkuat. Menurutnya, berbagai persoalan sosial keagamaan di Bulukumba hanya bisa dihadapi secara bersama-sama dengan mengedepankan ukhuwah, pembinaan, dan pendidikan.
Rapat koordinasi yang didampingi Asisten Ahli Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat serta jajaran Kesra ini menjadi momentum penguatan kolaborasi. Para dai dan ormas diharapkan mengambil peran strategis dalam mewujudkan program pemerintah yang berkaitan dengan pembinaan kehidupan keagamaan dan pembangunan masyarakat.