Hamas-Tim Trump Sepakati Perlucutan Senjata, Israel dan 8 Negara Muslim Saling Serang soal Gaza

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 19:08:01 WIB
Pertemuan negosiasi Hamas dan utusan pemerintahan Trump berlangsung di Mesir, Minggu (16/8).

SULAWESI SELATAN — Negosiasi yang berlangsung di Mesir pada Minggu (16/8) itu menjadi titik temu yang rapuh. Sumber yang mengetahui jalannya pembicaraan menyebutkan, Hamas menyatakan kembali komitmennya terhadap kesepakatan damai yang diusulkan pemerintahan Trump. Namun tuntutan Kushner agar Hamas menyerahkan senjata dan melepaskan kendali administrasi atas Gaza menempatkan kedua pihak pada posisi yang sulit didamaikan.

Kepala Intelijen Wilayah Kurdistan Irak, Masrour Barzani, mengatakan dua drone Iran menargetkan kantor pribadinya dan rumah kepala Badan Keamanan dan Intelijen wilayah otonom tersebut. "Ini adalah eskalasi yang berbahaya dan ancaman langsung terhadap keamanan dan stabilitas wilayah Kurdistan," tulis Barzani dalam unggahan di media sosial X, seperti dikutip AFP pada Senin (17/8).

Delapan Negara Islam Bersatu Lawan Penolakan Israel

Diplomasi kawasan bergerak cepat. Para menteri luar negeri Indonesia, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Pakistan, Turki, Qatar, dan Uni Emirat Arab merilis pernyataan bersama yang mengecam sikap Israel. Mereka menilai penolakan Tel Aviv terhadap peta jalan yang baru dirilis itu merusak implementasi rencana damai dan upaya mencapai perdamaian yang adil dan abadi.

Pernyataan bersama itu menjadi sinyal tekanan diplomatik terbesar terhadap Israel sejak rencana damai yang digagas Donald Trump diluncurkan. Kedelapan negara yang tergabung dalam blok negara Muslim itu secara eksplisit mendukung pembentukan negara Palestina, sebuah poin yang selama ini menjadi ganjalan utama dalam negosiasi.

Serangan Balasan Ukraina-Rusia Tewaskan 19 Orang

Sementara fokus dunia tertuju pada Gaza, perang di Eropa Timur masih berlangsung tanpa jeda. Serangan udara dalam 24 jam terakhir menewaskan 19 orang di Rusia dan Ukraina, dengan gelombang drone dan rudal yang menghantam infrastruktur sipil di kedua negara.

Di wilayah Rostov, Rusia selatan, rentetan serangan drone Ukraina menewaskan lima orang di daerah pemukiman. Gubernur regional Yuri Slusar mengonfirmasi jumlah korban tersebut. Tiga orang lainnya tewas di wilayah Belgorod, Kursk, dan Moskow, sementara empat orang dilaporkan meninggal di bagian Ukraina yang diduduki Rusia.

Iran Pasang Bounty untuk Tentara AS

Di front lain, militer Iran mengambil langkah yang tidak biasa. Kepala Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, mengumumkan hadiah uang setara US$30.000 atau sekitar Rp 534 juta bagi siapa pun yang berhasil membunuh atau menangkap tentara Amerika Serikat. Hadiah tersebut akan digandakan jika aksi itu dilakukan oleh seorang wanita.

Pengumuman yang disiarkan kantor berita pemerintah IRNA itu disebut Hatami sebagai respons atas "sejumlah besar permintaan" dari publik Iran untuk berpartisipasi dalam konfrontasi dengan AS. Tidak ada pengerahan pasukan darat AS yang diketahui di Iran selama perang Timur Tengah, kecuali misi penyelamatan pada bulan April untuk seorang pilot Amerika yang pesawatnya jatuh.

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan eskalasi yang meluas di kawasan Timur Tengah. Pertemuan Hamas-Kushner yang diharapkan meredakan ketegangan justru berjalan di tengah meningkatnya serangan drone, konflik berkepanjangan di Ukraina, dan ancaman baru dari Iran. Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah AS atau Israel terkait tuntutan perlucutan senjata Hamas yang disampaikan Kushner dalam pertemuan tersebut.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top