SULAWESI SELATAN — Take-Two Interactive melalui label 2K Games mengumumkan pembentukan Small Axe Studios, pengembang baru yang ditugaskan membangun waralaba olahraga kelas atas. Meski belum ada pernyataan resmi soal cabang olahraganya, komposisi tim dan identitas visual studio ini memberi sinyal kuat bahwa 2K bersiap menantang dominasi EA Sports FC di genre sepak bola.
Small Axe Studios tidak diisi orang sembarangan. Aaron McHardy ditunjuk sebagai kepala studio, sosok yang sebelumnya memegang kendali penuh atas franchise FIFA di Electronic Arts selama 15 tahun. Pengalamannya mencakup masa transisi besar ketika EA berpisah dari FIFA pada 2023 dan berganti nama menjadi EA Sports FC.
Deretan petinggi lain juga datang dari kubu EA. Gary Peterson menjabat head of design, Tom Pan sebagai head of operations, John Cruz di posisi technical art director, dan Mike Thompson memimpin tim engineering. Semua nama tersebut adalah veteran yang sudah malang melintang di industri game olahraga.
Indikasi kedua datang dari logo Small Axe Studios yang dirilis ke publik. Bentuknya menyerupai lencana klub sepak bola yang biasa terpasang di jersey, lengkap dengan skema warna yang khas. Detail ini langsung memicu spekulasi di kalangan komunitas gamer bahwa proyek pertama studio ini adalah game sepak bola.
Peluang pasar memang sedang terbuka lebar. Sejak perpisahan EA dan FIFA, belum ada lagi game AAA bertajuk FIFA yang rilis di konsol dan PC. FIFA sendiri hanya menggarap game mobile dan turnamen Piala Dunia versi Netflix. Belum lagi efek Piala Dunia 2026 yang baru saja usai, di mana minat publik terhadap sepak bola melonjak drastis.
Langkah ini memperluas jajaran studio olahraga yang sudah mapan di bawah 2K Games. NBA 2K, PGA Tour 2K, dan WWE 2K telah menjadi mesin uang bagi Take-Two Interactive, tidak hanya dari penjualan awal tetapi juga dari mikrotransaksi yang berkelanjutan.
Namun, model bisnis tersebut kerap menuai kritik. Baik Take-Two Interactive maupun EA sering dituding menerapkan sistem monetisasi agresif yang mendorong mekanik pay-to-win di mode multiplayer. Jika 2K benar-benar masuk ke pasar sepak bola, komunitas akan mengawasi ketat bagaimana mereka menangani sistem Ultimate Team atau mode kartu serupa.
Bagi gamer Tanah Air yang serius di genre olahraga, kabar ini patut dicermati. Kehadiran kompetitor baru di segmen game sepak bola bisa memaksa EA Sports FC untuk lebih agresif memberikan konten dan perbaikan demi mempertahankan pengguna.
Belum ada informasi mengenai platform, tanggal rilis, atau lisensi liga yang akan dipegang 2K. Namun dengan tim pengembang segelar ini, pengumuman resmi kemungkinan besar tidak akan lama lagi. Yang jelas, persaingan di pasar game olahraga akan kembali memanas setelah sekian lama hanya didominasi satu pemain besar.