SULAWESI SELATAN — Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengapresiasi pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Menurut Paloh, pidato tersebut hadir di tengah berbagai tantangan bangsa dan justru menyuntikkan energi positif bagi publik.
"Satu hal saja yang pasti bahwasanya Presiden membangun optimisme kepada semua kita sebagai warga negara bangsa ini. Ya mudah-mudahan optimisme Presiden itu berjalan sebagaimana yang kita harapkan bersama," ujar Paloh usai mengikuti jalannya sidang tahunan.
Paloh menegaskan bahwa sikap optimistis memang lebih baik dibandingkan pesimistis atau skeptis dalam menghadapi persoalan bangsa. Namun, ia mengingatkan bahwa optimisme tanpa pembuktian nyata hanya akan menjadi retorika politik belaka.
"Menurut saya, itu baik, karena bagaimanapun, lebih bagus optimis daripada pesimis atau skeptis. Tapi yang kita harapkan bagaimana optimisme ini bisa terealisasikan sedemikian rupa di lapangan?" kata ketua umum partai pemenang Pemilu 2024 tersebut.
Paloh menambahkan, dirinya ingin seluruh program yang menjadi komitmen pemerintah berjalan lancar tanpa memerlukan koreksi berarti di tengah jalan. "Jangan menjadi hal yang barangkali memerlukan koreksi-koreksi lagi. Artinya, realisasinya tidak sedemikian rupa," imbuhnya.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan Indonesia merupakan sebuah long march atau perjuangan panjang yang berkelanjutan dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya. Kepala negara menegaskan komitmennya untuk melanjutkan estafet pembangunan yang telah dirintis para pendahulunya.
"Sebagaimana berkali-kali saya sampaikan bahwa pembangunan adalah sebuah long march, suatu perjuangan panjang. Apa yang bisa kita lakukan sekarang, kita tingkatkan, kita perbaiki, kita tambah, tapi dirintis oleh presiden-presiden dan pemimpin-pemimpin sebelum saya," kata Prabowo dalam pidatonya.
Presiden secara khusus menyebut sejumlah program perlindungan sosial yang telah dirintis pada era pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Prabowo menegaskan keberlanjutan program tersebut sebagai bentuk kesinambungan pembangunan nasional.
"Banyak program perlindungan sosial dirintis oleh Presiden SBY, oleh Presiden Jokowi. Saya meneruskan apa yang mereka rintis," ujarnya.
Pernyataan Paloh ini menjadi penanda sikap politik NasDem yang konsisten mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Sebagai partai yang memiliki kursi di parlemen, dukungan NasDem terhadap program prioritas pemerintah menjadi modal politik penting bagi kelancaran agenda legislasi ke depan.
Harapan Paloh agar optimisme presiden teraplikasi dengan baik juga menyiratkan pesan pengawasan bagi pemerintah. Publik, menurut Paloh, menunggu pembuktian dari setiap janji yang disampaikan dalam pidato kenegaraan tahunan tersebut.
Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD sendiri menjadi ajang penyampaian visi pemerintah di hadapan seluruh lembaga tinggi negara. Pidato Presiden Prabowo kali ini dinilai sejumlah kalangan sebagai upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap arah pembangunan nasional.