SULAWESI SELATAN — Momen yang dianggap menarik dalam pidato kenegaraan tersebut adalah ketika Prabowo mengamati reaksi wajah Menteri Keuangan di ruang sidang. Ia secara blak-blakan mengaitkan ekspresi Purbaya dengan besaran anggaran subsidi yang harus disiapkan negara.
"Kalau Menteri Keuangan senyum saya merasa aman, tapi kalau saya umumkan subsidi tambah mengkerut beliau," kata Prabowo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Pernyataan ini disambut tawa hadirin. Meski disampaikan dengan nada ringan, pernyataan tersebut merefleksikan tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar rupiah.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo memberikan apresiasi publik kepada jajaran pengelola Daya Anagata Nusantara (Danantara), tim pertanian, serta tim ekonomi. Ia meminta seluruh pimpinan lembaga tersebut berdiri dan mengajak hadirin memberikan tepuk tangan sebagai bentuk pengakuan atas kinerja mereka.
"Saya memberi penghargaan khusus kepada pimpinan Danantara, tim dan jaringannya, silakan berdiri, kita tepuk tangan. Juga tim pertanian, tim ekonomi berdiri, Menteri Keuangan, menteri ekonomi," ujar Prabowo.
Penghargaan ini dinilai sebagai sinyal kepercayaan penuh presiden terhadap kinerja pengelolaan investasi dan stabilitas ekonomi nasional di bawah koordinasi Danantara.
Prabowo juga mengangkat isu penegakan hukum di sektor sumber daya alam. Ia mengungkapkan pemerintah telah menutup sekitar 1.000 lokasi tambang timah ilegal di Bangka Belitung pada akhir tahun lalu. Angka tersebut dinilai sangat besar dan tidak mungkin beroperasi tanpa sepengetahuan aparat setempat.
"Akhir tahun lalu kita tutup 1000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. 1000. Saya telah minta Panglima TNI dan Kapolri usut. Masa 1000 tambang pejabat TNI dan Polri nggak tahu," tegasnya.
Presiden memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengusut tuntas keterlibatan oknum aparat dalam praktik ilegal tersebut. Ia menekankan bahwa seorang pemimpin yang baik harus berani menertibkan anak buahnya sendiri jika terbukti melanggar.
"Pemimpin yang baik, komandan yang baik adalah yang berani tertibkan anak buahnya," ujar Prabowo.
Ia juga mengingatkan bahwa sumpah jabatan mengharuskannya berpihak pada kepentingan rakyat, bukan pada kepentingan pribadi atau kelompok. "Saya sadar, saya disumpah di sini, saya tidak bisa mengizinkan perasaan menentukan kebijakan. Saya harus menentukan kebijakan saya atas dasar kepentingan rakyat Indonesia," katanya.
Selain tambang ilegal, Prabowo meminta Menteri Keuangan untuk mengusut internal institusi Bea Cukai. Ia juga melontarkan pertanyaan tajam kepada Badan Keamanan Laut (Bakamla) terkait maraknya praktik penyelundupan yang masih terjadi di perairan Indonesia.
"Tapi Menteri Keuangan usut Bea Cukai juga. Bakamla, tugasmu jaga penyelundupan, kenapa masih banyak penyelundupan di situ?" kata Prabowo.
Instruksi ini menegaskan komitmen pemerintah untuk membersihkan institusi negara dari praktik korupsi dan kebocoran pendapatan negara, baik di sektor darat maupun laut.
Pidato tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi kebocoran anggaran dan praktik ilegal yang merugikan keuangan negara, sekaligus menunjukkan perhatian serius pada pengelolaan fiskal yang sehat di tengah tekanan global.