SULAWESI SELATAN — Juru bicara Kemlu, Vahd Nabyl, menyatakan upaya penanganan karhutla berlangsung secara terpadu dan berkelanjutan. Langkah itu mencakup penguatan patroli, pemadaman darat, water bombing, hingga modifikasi cuaca yang melibatkan berbagai kementerian.
"Jadi langkah-langkah ini dilakukan secara ongoing terlepas dari ada atau tidaknya keberatan resmi yang kita terima dari negara mana pun," tegasnya dalam jumpa pers di kantor Kemlu, Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).
Media Malaysia, The Star, melaporkan kualitas udara di sepuluh wilayah setempat memburuk per Senin (10/8) pagi. Sembilan di antaranya berada di Sarawak, meliputi Serian dengan API 180, Kuching 162, Samarahan 163, Sri Aman 153, Sarikei 154, Sibu 158, Mukah 156, Bintulu 147, dan Samalaju 142.
Satu wilayah lain yang terdampak adalah Johan Setia di Selangor dengan angka API 153. Dalam klasifikasi Malaysia, angka 101-200 masuk kategori tidak sehat, sementara 51-100 tergolong sedang.
Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) mendeteksi kepulan asap dari titik panas di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang bergerak ke utara menuju bagian barat Sarawak. Kondisi kering yang melanda wilayah itu memperparah penyebaran kabut asap lintas batas.
Menanggapi hal itu, Kemlu menyatakan koordinasi dengan negara tetangga tetap berjalan melalui kanal yang sudah ada. "Kita di Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dengan berbagai kementerian yang lain dan juga dengan negara-negara lain, termasuk juga dengan memanfaatkan mekanisme pemantauan dan pertukaran informasi di bawah kerangka ASEAN," ujar Vahd.
Mekanisme yang dimaksud merujuk pada ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution. Perjanjian itu menjadi payung bagi negara-negara anggota untuk berbagi data titik panas, arah angin, serta langkah mitigasi secara real-time.
Pemerintah Indonesia menegaskan operasi pemadaman tidak bergantung pada adanya protes resmi dari negara tetangga. Upaya pencegahan dan penanganan terus diperkuat untuk menekan dampak asap terhadap masyarakat dan lingkungan di kedua negara.