WAJO — Prajurit Kodim 1406/Wajo kini memiliki agenda rutin yang tidak bisa ditawar: latihan Pencak Silat Militer (PSM) dua kali sepekan. Setiap Selasa dan Rabu, Lapangan Mako Kodim 1406/Wajo berubah menjadi arena latihan tempur jarak dekat.
Latihan ini bukan sekadar olahraga biasa. Komandan Kodim 1406/Wajo, Letkol Inf Harianto, S.I.P., menegaskan bahwa PSM adalah kemampuan dasar yang wajib dikuasai setiap prajurit.
"Latihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan bela diri, tetapi juga membentuk prajurit yang disiplin, tangguh, memiliki mental juang yang kuat, serta selalu siap melaksanakan tugas kapan pun dibutuhkan," tegas Dandim.
Selama sesi latihan, para prajurit mempraktikkan berbagai teknik dasar Pencak Silat Militer. Mulai dari pukulan, tendangan, tangkisan, hingga bantingan dan teknik melumpuhkan lawan secara efektif.
Yang menarik, seluruh rangkaian gerakan tetap mengutamakan faktor keamanan. Setiap teknik dilatih dengan pengawasan ketat dari instruktur agar tidak menimbulkan cedera.
Program ini merupakan bagian dari pembinaan satuan yang lebih besar. Tujuannya bukan cuma fisik yang prima, melainkan juga kesiapan mental dan naluri tempur yang tajam.
Letkol Inf Harianto menambahkan bahwa kemampuan bela diri menjadi bekal penting bagi prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan. Disiplin dan mental juang yang kuat, menurutnya, adalah fondasi utama.
Melalui latihan berkelanjutan ini, Kodim 1406/Wajo berharap seluruh prajurit memiliki kesiapan fisik dan mental yang optimal. Kemampuan bela diri yang terasah diharapkan mampu mendukung pelaksanaan tugas secara profesional.
"Tujuan akhirnya adalah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," pungkas Dandim dalam keterangan resmi yang diterima HALOSULSEL.