Makassar bukan cuma soal pantai Losari dan transaksi di Pelabuhan Paotere. Di balik hiruk-pikuk kota, ada tradisi kuliner dan kerajinan yang sudah diwariskan lintas generasi. Oleh-oleh khas Sulawesi Selatan bukan sekadar makanan — ia adalah identitas. Beberapa bahkan sudah menembus pasar nasional dan internasional.
Artikel ini tidak akan menyebut harga atau jam toko tertentu. Setiap produk punya varian dan lokasi penjualan yang berbeda. Tugasmu tinggal memilih, mencicipi, dan memastikan barang bawaanmu cukup kuat untuk perjalanan pulang.
Jangan tertipu nama. Kue biji ketapang tidak dibuat dari buah ketapang. Camilan ini terbuat dari tepung ketan, santan, dan kelapa parut yang dibentuk kecil menyerupai biji, lalu digoreng hingga garing. Teksturnya renyah di luar, sedikit keras di dalam — cocok untuk teman ngopi atau teh.
Keunikan biji ketapang dari Makassar ada pada bumbu dasarnya: bawang putih dan sedikit gula. Rasanya gurih dominan, bukan manis. Karena kadar minyaknya rendah, kue ini bisa bertahan berminggu-minggu dalam wadah kedap udara. Kamu bisa menemukannya di toko oleh-oleh sekitar Jalan Boulevard atau Pasar Terong.
Pisang epe adalah pisang raja yang dipipihkan, lalu dibakar di atas bara api. Setelah matang, pisang dicelupkan ke dalam kuah gula merah kental yang dicampur sedikit asam jawa. Rasanya manis, asam, dan smoky dari proses pembakaran.
Versi kekiniannya mulai banyak dijual dengan topping keju, cokelat, atau durian. Tapi versi original — pisang bakar dengan saus gula merah — tetap jadi favorit warga lokal. Pisang epe paling nikmat disantap hangat-hangat. Kalau mau dibawa pulang, beli saus gula merahnya terpisah agar tekstur pisang tetap utuh.
Lipa' sabbe adalah kain tenun sutra khas Sengkang, Kabupaten Wajo. Proses pembuatannya masih tradisional: benang sutra diwarnai dengan pewarna alami, lalu ditenun dengan alat tenun gedokan. Motifnya beragam — dari garis geometris sederhana hingga pola rumit yang menceritakan status sosial pemakainya.
Kain ini biasa digunakan sebagai sarung, selendang, atau bahan baju adat. Harganya bervariasi tergantung kerumitan motif dan ketebalan benang. Jika ingin kualitas terbaik, cari lipa' sabbe dengan anyaman rapat dan warna yang meresap hingga ke serat. Toko-toko di kawasan Somba Opu, Makassar, biasanya menjual kain tenun dari Sengkang langsung.
Coto Makassar adalah sup daging sapi dengan kuah kacang tanah yang kental dan bumbu rempah pekat. Dulu, coto hanya bisa dinikmati di warung. Sekarang, banyak produsen mengemas coto dalam bentuk beku — tinggal panaskan di rumah.
Pilih kemasan yang memisahkan kuah dan daging agar rasa tetap segar saat dihangatkan. Beberapa merek lokal bahkan menyertakan jeroan dan paru sebagai pelengkap. Coto beku biasanya dijual di supermarket besar atau pusat oleh-oleh di Makassar. Pastikan kamu punya kulkas di perjalanan agar kualitasnya terjaga.
Kopi Toraja adalah salah satu kopi arabika premium Indonesia. Tumbuh di dataran tinggi Tana Toraja pada ketinggian 1.500 mdpl, kopi ini punya profil rasa unik: body tebal, acidity rendah, dan aftertaste rempah yang khas — sedikit rasa kayu manis dan cokelat gelap.
Biji kopi Toraja yang asli biasanya dijual dalam bentuk green bean (mentah) atau roasted bean (sangrai). Hindari membeli kopi bubuk yang sudah digiling jika tidak yakin dengan tanggal sangrai — rasa bisa cepat turun. Carilah biji dengan label "Toraja Arabica" dan tanggal sangrai maksimal 2 minggu terakhir. Toko kopi di Jalan Haji Bau, Makassar, punya banyak pilihan.
Kabupaten Wajo tidak hanya terkenal dengan tenun sutra. Perajin perak di sana menghasilkan gelang, kalung, dan cincin dengan motif khas Sulawesi — ukiran bunga, daun, dan pola geometris yang terinspirasi dari alam. Proses pembuatannya masih manual: perak dilebur, ditempa, lalu diukir dengan pahat kecil.
Keaslian perak bisa dicek dari cap "925" atau "sterling" yang biasanya ada di bagian dalam perhiasan. Jika kamu suka desain kontemporer, beberapa pengrajin di Makassar sudah mengadaptasi motif tradisional ke bentuk minimalis. Pasar Seni di Jalan Pettarani adalah tempat yang tepat untuk mulai berburu.
Barongko adalah kue tradisional Bugis-Makassar yang terbuat dari pisang kepok matang, santan kental, gula merah, dan sedikit garam. Adonan dibungkus daun pisang lalu dikukus hingga matang. Teksturnya lembut, hampir seperti puding, dengan aroma daun pisang yang kuat.
Kue ini tidak menggunakan tepung sama sekali — hanya pisang dan santan yang dihaluskan. Karena itu, barongko harus disimpan di lemari es dan hanya bertahan 2-3 hari. Beli barongko dalam jumlah sedikit, langsung habiskan di hari yang sama. Paling enak ditemukan di pasar tradisional seperti Pasar Butung atau Pasar Pa'baeng-baeng di pagi hari.
Apakah oleh-oleh khas Sulawesi Selatan bisa dibeli secara online?
Beberapa produk seperti kopi Toraja, kue biji ketapang, dan coto beku sudah dijual di marketplace. Tapi untuk tenun sutra dan kerajinan perak, lebih baik membeli langsung agar bisa memeriksa kualitas tekstur dan keaslian bahan.
Berapa lama kue biji ketapang bisa bertahan?
Dalam wadah kedap udara di suhu ruang, kue biji ketapang bisa bertahan hingga 1-2 bulan. Hindari menyimpannya di tempat lembap agar tetap renyah.
Apakah ada oleh-oleh khas Sulawesi Selatan yang cocok untuk vegetarian?
Kue barongko dan pisang epe versi original tidak mengandung daging atau produk hewani. Kopi Toraja dan kerajinan perak juga aman. Tapi pastikan coto beku dan beberapa varian pisang epe tidak menggunakan kaldu daging atau topping keju jika kamu vegetarian ketat.
Di mana tempat terbaik membeli tenun sutra asli Sengkang?
Pusat oleh-oleh di Jalan Somba Opu, Makassar, punya banyak pilihan. Untuk koleksi lebih lengkap, kamu bisa langsung ke Sengkang — sekitar 3-4 jam perjalanan darat dari Makassar.
Apakah kopi Toraja bisa dibawa ke luar negeri?
Bisa. Kopi dalam bentuk biji atau bubuk kemasan vakum umumnya diizinkan oleh bea cukai. Pastikan kemasan rapat dan tidak ada sisa tanah atau serangga. Untuk jumlah besar, cek regulasi negara tujuan terlebih dahulu.
Oleh-oleh khas Sulawesi Selatan bukan hanya barang bawaan — ia adalah cerita. Dari tangan perajin yang menenun benang sutra hingga pedagang yang membakar pisang di atas bara, setiap produk menyimpan kerja keras dan tradisi yang patut dihargai. Pilih yang paling sesuai dengan seleramu, dan jangan lupa cicipi sebelum membeli dalam jumlah besar. Selamat berburu oleh-oleh.