SULAWESI SELATAN — Kebakaran terjadi di area fasilitas CRM milik Krakatau Steel yang berlokasi di Cilegon, Banten. Hingga saat ini, penyebab pasti api masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Namun, kata kunci yang ditekankan manajemen adalah: pasokan CRC ke konsumen tidak akan terganggu.
“Kami pastikan pasokan baja CRC tetap terjaga,” tegas juru bicara Krakatau Steel dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (15/4).
Produk CRC merupakan salah satu andalan Krakatau Steel. Baja jenis ini banyak dipakai di industri otomotif, elektronik, hingga konstruksi ringan. Gangguan produksi di satu pabrik tentu bisa menimbulkan efek domino jika tidak segera diantisipasi.
Manajemen mengklaim telah menyiapkan langkah mitigasi. Perseroan mengoptimalkan pasokan dari pabrik lain yang masih beroperasi normal. Selain itu, Krakatau Steel juga mengandalkan stok gudang yang dinilai mencukupi untuk memenuhi kontrak jangka pendek.
“Kami memiliki cadangan stok yang memadai. Jadi, jadwal pengiriman ke pelanggan tidak akan molor,” tambahnya.
Langkah ini penting mengingat Krakatau Steel adalah pemasok utama CRC di pasar domestik. Jika pasokan macet, pabrikan otomotif dan produsen barang konsumsi bisa ikut tersendat.
Kebakaran fasilitas CRM memang mengganggu ritme produksi di pabrik tersebut. Namun, bagi pelanggan Krakatau Steel, dampaknya dipastikan nihil. Perusahaan langsung mengaktifkan skema alokasi ulang produksi ke unit bisnis lain yang tidak terdampak.
Beberapa pelanggan utama Krakatau Steel untuk produk CRC adalah perusahaan karoseri, pabrik pipa, dan produsen panel listrik. Mereka biasanya membutuhkan pasokan rutin setiap bulan. Kekhawatiran terbesar pelanggan adalah pengiriman terlambat yang bisa menghentikan lini produksi mereka.
“Kami sudah koordinasi dengan tim logistik. Tidak ada perubahan jadwal pengiriman untuk bulan ini,” pungkas sang juru bicara.
Krakatau Steel kini fokus pada dua hal: memadamkan sisa api dan menginvestigasi penyebab kebakaran. Proses investigasi melibatkan tim internal dan aparat kepolisian. Hasil investigasi akan menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan kerja di pabrik.
Perusahaan juga belum menyebutkan estimasi kerugian material akibat kebakaran ini. Namun, yang terpenting bagi pasar adalah kepastian pasokan tetap mengalir. Krakatau Steel berjanji akan terus memperbarui perkembangan penanganan insiden ini secara berkala.
Insiden kebakaran di pabrik BUMN bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, beberapa pabrik milik holding BUMN tambang dan pupuk juga pernah mengalami kejadian serupa. Yang membedakan adalah respons cepat manajemen dalam mengamankan pasokan ke pelanggan.