SMKN 3 Bulukumba Ajak Siswa Jurusan Perikanan Belajar Analisis Data, Bekali Kemampuan Baca Angka Hasil Laut

Penulis: Ramli Siregar  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 23:16:31 WIB
Siswa SMKN 3 Bulukumba mengikuti sosialisasi dan koordinasi teknis analisis data perikanan bersama tim Unhas di sekolah setempat.

BULUKUMBA — Selama ini, dunia perikanan bagi siswa SMK lebih sering dipahami sebagai aktivitas fisik di lapangan. Menangkap ikan. Membudidayakan. Mengelola hasil tangkapan.

Namun, Thematic Research Group Aquatic Macrofaunal Biodiversity and Conservation (TRG AMBioC) Unhas melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPMU) mengubah cara pandang itu. Mereka menggelar sosialisasi dan koordinasi teknis di SMKN 3 Bulukumba untuk membekali siswa keterampilan mengolah data perikanan.

Keterampilan Baru untuk Nelayan Masa Depan

Kepala SMKN 3 Bulukumba, Muhammad Asrul, bersama Ketua Jurusan Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut (APAPL) Mulyadi dan Ketua Jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) Ahmad Sukardi menerima langsung tim dari Unhas. Program ini menyasar dua jurusan yang relevan dengan potensi kelautan Bulukumba.

Ketua Tim Pelaksana, Prof. Nadiarti Nurdin Kadir, menegaskan bahwa data akurat menjadi fondasi pengambilan keputusan di sektor perikanan. “Siswa SMK perlu dikenalkan sejak dini pada kemampuan dasar analisis data yang relevan dengan dunia kerja dan kebutuhan daerahnya,” ujarnya.

Yang Akan Dipelajari Siswa: dari Mencatat hingga Menyajikan Data

Materi pelatihan tidak melulu teori. Siswa akan diajari teknik mengumpulkan data, mencatat hasil pengamatan, mengolah informasi, menganalisis temuan, hingga menyajikannya dalam bentuk yang mudah dipahami.

Kemampuan ini selama ini identik dengan peneliti dan akademisi. Kini, siswa sekolah vokasi mulai diperkenalkan pada keterampilan tersebut.

Data Bisa Jawab Pertanyaan Krusial Nelayan

Lewat program ini, siswa diharapkan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering luput dari perhatian. Berapa hasil tangkapan nelayan? Spesies apa yang paling banyak ditemukan? Kapan musim tangkap terbaik? Dan bagaimana kondisi sumber daya perikanan di masa depan?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang coba dijawab melalui kemampuan membaca angka di balik laut Bulukumba.

Koordinasi Teknis Jadi Pijakan Awal

Dalam pertemuan tersebut, tim Unhas dan pihak sekolah membahas aspek teknis pelaksanaan program. Mulai dari penentuan peserta pelatihan, penyusunan jadwal, lokasi praktik lapangan, hingga pola pendampingan.

Hasil koordinasi ini akan menjadi pijakan awal sebelum memasuki tahap pelatihan bagi siswa SMKN 3 Bulukumba.

Bulukumba memiliki laut yang luas. Kini, generasi mudanya mulai diajari cara membaca masa depan yang tersimpan di dalamnya.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: katasulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top