WAJO — Festival Anak Daerah yang digelar Disdikbud Wajo tidak sekadar ajang kompetisi. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, Drs. H. Alamsyah, M.Si, menyebut kegiatan ini menjadi ruang positif bagi peserta didik untuk mengekspresikan bakat, kreativitas, dan inovasi.
"Setiap anak memiliki bakat yang luar biasa. Tugas kita bersama adalah memberikan ruang dan kesempatan agar bakat tersebut dapat tumbuh, berkembang, dan menjadi prestasi yang membanggakan," ujar Alamsyah dalam siaran pers yang diterima Rakyatku.com.
Festival ini menghadirkan beragam cabang seni dan kreativitas yang dapat diikuti oleh anak-anak dan pelajar di Kabupaten Wajo. Mulai dari seni tari, vokal, musik, teater, seni rupa, hingga pertunjukan budaya yang mencerminkan kekayaan tradisi daerah.
Menurut Alamsyah, penyelenggaraan festival tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Ia menekankan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran yang menanamkan nilai sportivitas, disiplin, kerja keras, serta semangat kolaborasi di kalangan peserta didik.
Melalui festival ini, Disdikbud Wajo berharap lahir lebih banyak talenta muda yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Alamsyah mengajak seluruh kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada anak-anak agar berani berkarya.
"Mari kita bersama-sama mendukung lahirnya generasi Wajo yang kreatif, berkarakter, berbudaya, dan berprestasi. Dari panggung inilah mimpi besar anak-anak kita dapat mulai diwujudkan," tutup Alamsyah.
Festival Anak Daerah menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Wajo dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk melahirkan insan-insan kreatif yang tidak hanya unggul dalam bidang seni, tetapi juga memiliki karakter kuat dan cinta budaya.
Dengan tema "Wujudkan Mimpimu", Disdikbud Wajo ingin memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal. Ajang ini sekaligus menjadi panggung awal bagi pelajar Wajo untuk meraih prestasi di masa depan.