Mahasiswa FIKK UNM Gelar Baruga Kesehatan Ibu dan Anak di Jeneponto, Perkuat Pencegahan Stunting dari Hulu

Penulis: Pandu Wibisono  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:32:30 WIB
Mahasiswa FIKK UNM memberikan edukasi kesehatan ibu dan anak di Desa Beroanging, Jeneponto.

JENEPONTO — Puluhan ibu hamil dan kader kesehatan di Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, mendapat edukasi langsung dari mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan bertajuk Baruga Kesehatan Ibu dan Anak itu digelar Jumat (10/7) sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat PPK Ormawa BMKF SINAPSIS.

Edukasi Pola Asuh dan Gizi Sejak Kehamilan

Dalam sesi edukasi, tim mahasiswa memberikan materi tentang stimulasi tumbuh kembang anak sesuai usia, pola asuh yang tepat, serta pentingnya gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga balita. Kepala Puskesmas Barana, Nani Sumariyanti, menekankan bahwa pemenuhan gizi ibu hamil menjadi fondasi utama dalam mencegah stunting.

"Pemenuhan gizi ibu hamil tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan ibu, tetapi juga menentukan pertumbuhan dan perkembangan janin," ujarnya.

Ia menambahkan, setelah anak lahir, pemberian ASI eksklusif dan MPASI bergizi seimbang harus diiringi pemantauan pertumbuhan secara rutin di Posyandu. Menurutnya, keberhasilan pencegahan stunting tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan.

"Peran keluarga, terutama ibu dan ayah, sangat penting dalam menyediakan makanan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin memanfaatkan layanan Posyandu," kata Nani.

Dukungan Penuh Pemerintah Desa

Kepala Desa Beroanging, Nurdin Nur, mengapresiasi inisiatif mahasiswa BMKF SINAPSIS FIKK UNM yang menghadirkan program edukasi kesehatan bagi warganya. Menurutnya, pengetahuan mengenai pola pengasuhan dan gizi merupakan investasi penting dalam mencetak generasi sehat dan berkualitas.

"Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini karena memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat," ujar Nurdin.

Pemerintah desa berkomitmen mendukung seluruh rangkaian program yang dilaksanakan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua TP PKK Desa Beroanging dan sejumlah kader kesehatan setempat.

Kolaborasi Multipihak Percepat Penurunan Stunting

Melalui Baruga Kesehatan Ibu dan Anak, PPK Ormawa BMKF SINAPSIS FIKK UNM berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pola asuh yang tepat, pemenuhan gizi seimbang, dan pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin. Program ini dirancang untuk memperkuat budaya hidup sehat di tingkat keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting di Desa Beroanging.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya menekan angka stunting dari hulu. Edukasi yang diberikan juga menekankan pentingnya peran seluruh anggota keluarga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak secara optimal.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: matakita.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top