SULAWESI SELATAN — Garuda Muda tampil trengginas sejak menit awal. Tiga gol sudah bersarang di gawang Malaysia sebelum turun minum, membalaskan hasil imbang 1-1 pada pertemuan pertama 4 Juli lalu. Pelatih bisa memetik banyak catatan positif dari laga ini.
Indonesia tak butuh waktu lama untuk unggul. Menit ke-10, Haikal Kamil menuntaskan umpan tarik mendatar Chico Jericho dari sisi kanan. Bola gagal dihalau kiper Malaysia, Atiff Norisham.
Gol ini memecah kebuntuan dan membuat permainan anak asuh lebih cair. Malaysia kesulitan mengembangkan tekanan balik.
Menit ke-20, giliran Dhamar Try Kusuma yang mencatatkan nama di papan skor. Ia menyambut long ball dari lini belakang, lalu melepaskan tembakan dari sudut sempit di sisi kiri. Bola meluncur mulus melewati Atiff.
Keunggulan 2-0 bikin Malaysia kian tertekan. Garuda Muda terus mendominasi penguasaan bola.
Menit ke-42, Indonesia memastikan keunggulan tiga gol. Berawal dari tembakan jarak jauh Chico yang membentur tiang gawang, I Dewa Gede Majesta menyambar bola liar dan menceploskannya ke gawang kosong. Babak pertama pun ditutup dengan skor 3-0.
Di babak kedua, tempo pertandingan sedikit menurun. Malaysia coba bangkit, tapi lini belakang Indonesia tampil disiplin. Malaysia harus bermain dengan 10 orang di injury time setelah Adam Muqri diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras terhadap Chico. Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang.
Hasil ini jadi perbaikan signifikan dibanding pertemuan sebelumnya yang berakhir 1-1. Kemenangan telak atas rival tradisional jelas menjadi modal berharga sebelum Garuda Muda melakoni Kualifikasi Piala Asia U-17 pada November mendatang. Konsistensi permainan dan ketajaman lini depan jadi pekerjaan rumah yang mulai menemukan bentuk.