PINRANG — Biaya membangun rumah atau gedung di Kabupaten Pinrang pada tahun ini masih lebih murah ketimbang di ibu kota Jawa Timur. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat IKK Pinrang sebesar 97,0 poin pada 2025, atau setara 97 persen dari harga konstruksi di Surabaya yang dijadikan patokan nasional.
Artinya, jika biaya membangun bangunan serupa di Surabaya sebesar Rp 100 juta, di Pinrang cukup Rp 97 juta. Meski begitu, trennya terus naik. Dalam setahun terakhir, IKK Pinrang bertambah 3,95 poin, serta dalam lima tahun melesat 1,9 poin.
Dari 24 daerah di Sulawesi Selatan, Pinrang bukan yang termurah. Posisinya berada di urutan ke-15 dari bawah. Kabupaten Gowa menjadi daerah dengan biaya konstruksi paling rendah se-Sulsel dengan IKK 90,09 poin, disusul Barru (92,19 poin), Parepare (93,02 poin), Bantaeng (93,26 poin), dan Takalar (93,37 poin).
Lima besar termahal justru didominasi daerah di utara dan kepulauan. Luwu Timur memuncaki daftar dengan IKK 103,08 poin, disusul Tana Toraja (101,86 poin), Toraja Utara (101,42 poin), Luwu Utara (99,98 poin), dan Kepulauan Selayar (99,87 poin).
IKK adalah indeks harga yang diterbitkan BPS setiap tahun untuk mengukur perbandingan biaya konstruksi antarwilayah. Kota Surabaya dipilih sebagai acuan karena dinilai memiliki pasar konstruksi yang representatif secara nasional. Semakin tinggi IKK suatu daerah, semakin mahal harga bangunan di sana.
Data ini jadi acuan pemerintah daerah dalam menyusun anggaran proyek infrastruktur, termasuk perhitungan harga satuan pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Bagi warga yang hendak membangun rumah, IKK bisa menjadi indikator awal untuk memperkirakan biaya material dan upah tukang.
Meski masih di bawah Surabaya, laju kenaikan IKK Pinrang patut dicermati. Dari 95,1 poin pada 2021, indeks ini naik bertahap hingga 97,0 poin di 2025. Lonjakan paling tajam terjadi dalam setahun terakhir, yakni 3,95 poin, yang bisa dipicu oleh kenaikan harga material bangunan seperti semen, besi, dan batu bata di tingkat lokal.
Pemerintah Kabupaten Pinrang sendiri tengah gencar membangun infrastruktur jalan, irigasi, dan fasilitas umum. Kenaikan IKK perlu diantisipasi agar tidak membebani anggaran pembangunan daerah ke depan.