MAKASSAR — Calon penerima beasiswa LPDP kini tidak lagi terbatas pada segelintir lembaga penyelenggara tes bahasa Inggris. Kepala Sub Divisi Komunikasi LPDP, Risqi Sita Novanti, mengungkapkan bahwa pemerintah kini mengakui sebanyak 35 jenis sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang diterbitkan oleh perguruan tinggi dalam negeri.
"Kalau dulu yang bahasa Inggris itu dalam negeri pun harus menyampaikan sertifikat bahasa Inggris. Sekarang ada 35 sertifikat bahasa Inggris dari universitas perguruan tinggi dalam negeri yang diakui juga," kata Risqi dalam diskusi di Jakarta Kreatif Festival, Minggu (15/12).
Kebijakan ini secara signifikan memangkas biaya dan waktu yang sebelumnya harus dikeluarkan peserta untuk mengikuti tes di lembaga sertifikasi internasional. Bagi mahasiswa atau alumni yang telah memiliki sertifikat dari kampusnya, proses pendaftaran menjadi lebih sederhana.
Kemudahan lain diberikan kepada peserta yang sudah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) unconditional dari perguruan tinggi tujuan. Kelompok ini sama sekali tidak diwajibkan mengunggah sertifikat kemampuan bahasa Inggris, baik untuk tujuan studi di dalam negeri maupun luar negeri.
"Bagi pemegang letter of acceptance dari universitas yang unconditional, itu tidak perlu lagi menyampaikan syarat bahasa Inggris. Baik untuk perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi luar negeri," ujar Risqi.
Ketentuan ini menjadi angin segar bagi pelamar yang telah diterima tanpa syarat oleh universitas impian. Mereka bisa langsung fokus pada persiapan studi tanpa terbebani urusan administrasi tes bahasa.
Kebijakan ini dinilai relevan bagi calon pendaftar dari Sulawesi Selatan. Banyak universitas ternama di Makassar, seperti Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Negeri Makassar (UNM), yang memiliki pusat bahasa dengan sertifikat diakui LPDP. Dengan perluasan daftar sertifikat yang diakui, peluang putra-putri daerah untuk melanjutkan studi S2 dan S3 semakin terbuka lebar.
Seleksi Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 sendiri merupakan salah satu jalur afirmasi pemerintah untuk mencetak sumber daya manusia unggul. Kemudahan syarat bahasa Inggris ini diharapkan mampu menjaring lebih banyak pendaftar potensial dari berbagai latar belakang universitas.