GOWA — Wajah Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 1409/Gowa di Jalan Poros Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berubah drastis dalam beberapa pekan terakhir. Di bawah komando Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi, kawasan markas yang sebelumnya terkesan kaku dan kurang terawat kini disulap menjadi lingkungan yang teduh, tertata rapi, dan berstandar modern.
Transformasi ini mencakup penataan area publik, penghijauan dengan tanaman hias dan pohon peneduh, serta peremajaan fasilitas kantor dan barak personel. Tak hanya soal estetika, perubahan ini juga dibarengi dengan peningkatan fungsi gedung untuk mendukung operasional satuan dan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu perubahan paling mencolok adalah area depan markas yang kini dilengkapi taman tematik dan spot hijau. Dinding-dinding bangunan utama dicat ulang dengan skema warna yang lebih segar, sementara penerangan dan sirkulasi udara di ruang kerja ditingkatkan. "Kami ingin personel merasa betah dan bangga berada di markas. Lingkungan yang baik secara psikologis berdampak pada kinerja," ujar Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi dalam keterangan yang dikutip belum lama ini.
Di sisi lain, ruang pelayanan publik dan pos jaga juga direnovasi agar lebih representatif. Warga yang mengurus surat keterangan atau keperluan administrasi kewilayahan kini tidak lagi harus menunggu di ruang sempit dan panas. Area parkir pun ditata ulang untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat ada kegiatan besar.
Sebagai satuan komando kewilayahan, Kodim 1409/Gowa memiliki fungsi ganda: pembinaan teritorial dan pelayanan masyarakat. Markas yang kumuh atau tidak terawat secara tidak langsung menurunkan kredibilitas di mata warga. Letkol Gilang menilai, citra satuan harus dibangun dari hal paling mendasar, yaitu tempat personel bekerja dan masyarakat dilayani.
Program penghijauan dan modernisasi ini juga selaras dengan instruksi dari Komando Atas untuk menciptakan satuan yang ramah lingkungan. Beberapa titik di area belakang markas bahkan disulap menjadi kebun mini dan tempat olahraga personel. "Kami tanam puluhan pohon produktif seperti mangga dan jambu. Selain asri, nanti hasilnya bisa dinikmati personel," tambah Dandim.
Setelah fase penataan fisik rampung, fokus berikutnya adalah pemeliharaan dan pembudayaan pola hidup bersih di kalangan personel. Dandim menekankan bahwa transformasi bukan proyek sekali jadi, melainkan perubahan budaya kerja. "Jangan sampai setelah rapi, kembali lagi ke kebiasaan lama. Ini harus dijaga," tegasnya.
Ke depan, Makodim 1409/Gowa juga direncanakan akan membuka lebih banyak akses bagi masyarakat sekitar untuk memanfaatkan fasilitas umum di markas, seperti lapangan olahraga dan tempat ibadah yang telah direnovasi. Langkah ini diharapkan memperkuat hubungan antara TNI dan warga di Kabupaten Gowa.