PAREPARE — Pengungkapan puluhan kilogram sabu oleh Polres Parepare ini sekaligus menegaskan peta kerawanan narkoba di Sulawesi Selatan. Kriminolog Tegar Bimantoro menilai keberhasilan aparat tidak lepas dari posisi Parepare yang menjadi simpul logistik ilegal.
Menurut Tegar, Pelabuhan Nusantara di Parepare menjadi titik krusial. Pelabuhan ini tidak hanya menghubungkan antarkota di Sulsel, tetapi juga membuka akses langsung ke Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Tegar menjelaskan bahwa modus penyelundupan melalui jalur transit seperti Parepare sudah lama menjadi perhatian. Jalur laut dipilih karena pengawasan di pelabuhan kecil kerap lebih longgar dibanding bandara atau pelabuhan besar.
“Kita ketahui bersama bahwa Parepare adalah wilayah transit yang strategis. Di sana terdapat Pelabuhan Nusantara yang menghubungkan antar-pulau di wilayah Sulawesi Selatan, bahkan akses langsung ke Kalimantan maupun Nusa Tenggara Barat,” ujar Tegar kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).
Ia menambahkan, pengungkapan 41,4 kilogram sabu ini menunjukkan bahwa jaringan narkoba masih menjadikan Sulsel sebagai pintu masuk utama sebelum barang didistribusikan ke daerah lain.
Dalam operasi yang disebut sebagai ‘kerja senyap’ tersebut, polisi tidak hanya mengamankan sabu. Sebanyak 157 cartridge rokok elektrik atau vape yang mengandung etomidate juga ikut disita. Etomidate adalah bahan kimia berbahaya yang kerap disalahgunakan sebagai obat bius atau campuran narkoba sintetis.
Keberadaan vape ilegal ini menambah daftar panjang modus baru peredaran narkoba yang menyasar anak muda. Polres Parepare hingga saat ini masih melakukan pengembangan untuk membongkar jaringan pemasok dan kurir yang terlibat.
Pengungkapan ini terjadi di tengah tren positif tingkat kepercayaan publik terhadap Polri. Berdasarkan survei terbaru dari Institute untuk Digital Demokrasi (IDM), angka kepercayaan masyarakat mencapai 79,2 persen.
Capaian tersebut dinilai selaras dengan kerja nyata jajaran kepolisian di lapangan, termasuk penggagalan peredaran narkoba skala besar di Parepare. Polda Sulsel sendiri belum merilis secara rinci identitas tersangka dan asal barang haram tersebut.