MAKASSAR — Angka penguasaan pasar Toyota di Sulawesi Selatan masih bertahan di level 40 persen, sebuah capaian yang disebut tidak biasa di tengah lesunya industri otomotif Tanah Air. General Manager Marketing Kalla Toyota, Suliadin, menyebut keberhasilan ini tidak terlepas dari sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan utama konsumen.
Salah satu keunggulan yang terus dijaga adalah luasnya jaringan bengkel resmi. Menurut Suliadin, konsumen tidak perlu bingung saat mobil mengalami gangguan karena bengkel Kalla Toyota tersebar merata di tiap daerah. Proses perbaikan pun diklaim transparan; mekanik akan menghubungi pemilik kendaraan untuk menyampaikan kerusakan dan meminta persetujuan sebelum melakukan penggantian alat.
“Konsumen tidak perlu bingung saat mobilnya mengalami gangguan. Cukup bawa ke bengkel Kalla Toyota untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Suliadin dalam keterangan yang diterima redaksi.
Faktor lain yang menopang loyalitas konsumen adalah tingginya harga jual kembali mobil Toyota di bursa sekunder. Kondisi ini mendorong pemilik unit lama untuk beralih ke varian terbaru melalui program Smart Upgrade 2.0. Melalui skema ini, konsumen bisa mengganti unit lamanya, misalnya dari Calya ke Rush atau Avanza, tanpa perlu repot mencari pembeli.
“Kalla juga punya unit usaha bernama Kalla Trust untuk membeli unit seken konsumen dengan harga tetap tinggi,” tutur Rudi, salah seorang konsumen Kalla Toyota. Ia menambahkan, kemudahan inilah yang membuat masyarakat tetap percaya pada Kalla Group untuk urusan jual beli unit baru dan bekas.
Kalla Toyota juga rutin menghadirkan varian baru hampir setiap bulan, sebuah langkah yang jarang dilakukan merek lain. Setiap peluncuran varian baru selalu dibarengi dengan promo kepemilikan, yang dinilai mampu menggairahkan masyarakat untuk melakukan penggantian unit lama.
Konsistensi dalam menjaga performa unit melalui perawatan rutin di bengkel resmi juga menjadi modal investasi jangka panjang. “Tetap melakukan perawatan unit secara rutin dan berkala di bengkel Kalla Toyota akan menjaga performa unit agar tetap nyaman dan aman saat digunakan,” pungkas Suliadin.
Kombinasi antara ketahanan mesin, kemudahan akses suku cadang, dan program loyalitas seperti Smart Upgrade 2.0 menjadi kunci utama. Di tengah persaingan ketat dengan merek lain, pendekatan ini membuat konsumen tidak hanya membeli mobil, tetapi juga membeli ekosistem layanan purna jual yang terintegrasi.