SULAWESI SELATAN — Super-One hadir sebagai jawaban Honda atas tren hot hatch listrik yang mulai digandrungi pasar Jepang. Mobil ini mempertahankan siluet boxy retro N-ONE e, tapi mendapat ubahan signifikan di bagian sasis, fender yang menggembung, dan postur yang lebih lebar serta agresif. Banderol mulai 3.390.200 yen atau setara Rp379 jutaan menempatkannya di segmen mobil listrik ringkas yang kompetitif.
Super-One dibekali motor listrik yang menghasilkan 63 hp (47 kW) dalam mode normal. Saat Boost Mode diaktifkan, tenaga melonjak ke 93 hp (70 kW). Boost Mode adalah satu dari lima mode berkendara yang tersedia, bersama ECON, CITY, NORMAL, dan SPORT.
Baterai berkapasitas 29,6 kWh menawarkan jarak tempuh hingga 274 kilometer berdasarkan siklus WLTP. Pengisian cepat mampu mencapai 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit, menjadikannya praktis untuk penggunaan harian di perkotaan.
Uniknya, Honda mengadopsi pendekatan ala Hyundai IONIQ 5 N dengan menghadirkan transmisi palsu 7-percepatan dan Active Sound Control. Sistem ini mensimulasikan suara serta hentakan perpindahan gigi seperti mobil sport bermesin konvensional — memberi sensasi berkendara yang lebih atraktif bagi pengemudi yang rindu karakter mobil bensin.
Fitur ini menjadi daya tarik utama Super-One di tengah pasar yang mulai bosan dengan karakter mobil listrik yang senyap dan linear.
Kabin Super-One masih mengadopsi arsitektur N-ONE e. Layar infotainment 9 inci sudah mendukung Google built-in, termasuk akses ke Google Maps dan layanan lainnya. Sistem audio premium Bose dengan delapan speaker dan subwoofer 13,1 liter di bagian belakang melengkapi pengalaman berkendara.
Honda juga menyematkan berbagai fitur keselamatan standar, meski detail lengkap soal ADAS belum dirilis untuk pasar Jepang.
Wakil Presiden sekaligus Kepala Operasi Honda Jepang, Hideo Kawasaka, mengakui respons pasar melampaui ekspektasi. Sejak inden dibuka pada 21 April, klaim pemesanan mencapai lebih dari 7.000 unit hanya dalam waktu sekitar satu bulan. Media lokal menyebut mobil ini "laris seperti kacang goreng" di Jepang.
Setelah debut di Jepang, Super-One akan dipasarkan ke Eropa, Inggris, Australia, dan beberapa pasar global lainnya. Pada Juli mendatang, mobil ini akan dijual di Inggris dengan nama Super-N, dibanderol di bawah 20.000 poundsterling (sekitar Rp480 jutaan).
Belum ada konfirmasi apakah Super-One akan masuk ke Indonesia. Mengingat tren mobil listrik ringkas yang mulai diminati di dalam negeri, bukan tidak mungkin Honda Indonesia melirik model ini untuk pasar lokal.