MAKASSAR — Pembangunan 15 ruas jalan senilai Rp615 miliar menjadi fondasi baru bagi perekonomian di kawasan timur Sulawesi Selatan. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyebut proyek ini bukan sekadar pengaspalan, melainkan investasi jangka panjang untuk memperlancar distribusi barang dan mobilitas warga.
“Infrastruktur yang semakin baik adalah fondasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Andi Sudirman di Makassar, Jumat.
Salah satu titik yang tengah dikerjakan adalah Ruas Salaonro di Kabupaten Soppeng yang menghubungkan perbatasan Kabupaten Wajo. Hingga saat ini, progres pengaspalan di ruas tersebut telah mencapai 18,11 persen.
“Alhamdulillah pekerjaan pengaspalan pada Ruas Salaonro Kabupaten Soppeng-Batas Kabupaten Wajo saat ini telah mencapai progres 18,11 persen,” kata Andi Sudirman.
Program MYP Paket 4 Infrastruktur Jalan ini mencakup total panjang 286,80 kilometer yang tersebar di sejumlah wilayah strategis kewenangan provinsi. Skema pendanaan tahun jamak dipilih agar pengerjaan tidak terputus dan kualitas jalan lebih terjamin dibanding proyek tahunan.
Gubernur berharap akses masyarakat ke pusat ekonomi, layanan kesehatan, dan pendidikan menjadi lebih mudah dan efisien. “Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” lanjutnya.
Perbaikan infrastruktur di jalur Soppeng-Wajo dinilai krusial karena menghubungkan lumbung pangan dengan kota-kota perdagangan di Sulsel. Dengan jalan yang mulus, biaya logistik diperkirakan turun sehingga harga barang di tingkat konsumen bisa lebih stabil.
Pemerintah provinsi menargetkan seluruh ruas dalam Paket 4 rampung sesuai jadwal. Pemantauan progres akan dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada kendala di lapangan.