Progres Pembangunan Jalan Batas Gowa–Tondong Sinjai Capai 12,74 Persen, Gubernur Sulsel Targetkan Rampung Tepat Waktu

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 19:31:13 WIB
Progres pembangunan jalan batas Gowa–Tondong Sinjai mencapai 12,74 persen dengan fokus pada persiapan pondasi dasar.

MAKASSAR — Angka 12,74 persen itu bukan sekadar statistik di atas kertas. Bagi warga di perbatasan Gowa dan Sinjai, angka itu adalah harapan baru untuk mobilitas yang lebih murah dan cepat. Proyek peningkatan jalan yang sudah lama dinantikan ini kini resmi bergulir di lapangan.

Mengapa Ruas Gowa–Sinjai Ini Begitu Krusial?

Jalan yang menghubungkan Kecamatan Parangloe di Gowa dengan Kecamatan Tondong Tallasa di Sinjai bukan sekadar akses biasa. Selama ini, kondisi infrastruktur di titik tersebut kerap dikeluhkan warga, terutama saat musim hujan. Jalan berlubang dan licin membuat distribusi hasil pertanian dari Sinjai ke Makassar terhambat. Biaya logistik membengkak, sementara harga komoditas petani justru tertekan di tingkat tengkulak.

Proyek ini menjadi prioritas karena dampak ekonominya langsung dirasakan oleh dua kabupaten. Sinjai, yang dikenal sebagai lumbung padi dan kakao, membutuhkan konektivitas yang andal ke pusat ekonomi regional. Di sisi lain, Gowa sebagai pintu gerbang selatan Makassar akan mendapatkan manfaat dari kelancaran arus barang dan jasa.

Target dan Tantangan di Lapangan

Meski progres baru mencapai belasan persen, pemerintah optimistis pekerjaan akan selesai sesuai jadwal. Gubernur Sulsel menegaskan bahwa proyek ini akan terus dimonitor secara ketat. "Kami ingin pastikan tidak ada kendala berarti di lapangan yang bisa memperlambat pengerjaan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Senin lalu.

Tantangan utama proyek ini bukan hanya soal cuaca, tetapi juga medan. Sebagian besar trase jalan berada di area perbukitan dengan kontur tanah yang labil. Pengerjaan badan jalan dan drainase harus dilakukan secara hati-hati agar konstruksi tidak mudah rusak. Pemerintah Provinsi Sulsel telah menginstruksikan kontraktor untuk mengutamakan kualitas, bukan sekadar mengejar target persentase.

Apa Dampaknya Bagi Warga Sekitar?

Jika rampung, ruas ini akan memangkas waktu tempuh dari Sinjai ke Gowa hingga lebih dari satu jam. Saat ini, warga harus memutar melalui jalan alternatif yang kondisinya tak kalah buruk. Kepala desa di Kecamatan Tondong Tallasa sebelumnya menyebut bahwa ongkos angkutan barang dari desa ke kecamatan bisa mencapai Rp 500.000 per ton untuk jarak yang relatif pendek.

Pembangunan ini juga membuka akses bagi anak-anak sekolah yang selama ini kesulitan menjangkau SMP dan SMA di kecamatan tetangga. Dengan jalan yang mulus, diharapkan angka putus sekolah akibat kendala transportasi bisa ditekan.

Mengapa Progres Baru 12,74 Persen?

Banyak warga bertanya-tanya mengapa proyek yang sudah dianggarkan sejak tahun sebelumnya baru mencapai angka tersebut. Pihak Dinas PUPR Sulsel menjelaskan bahwa pekerjaan awal lebih banyak pada pembersihan lahan, pengukuran ulang, dan pembangunan jembatan temporer. Tahapan konstruksi utama—seperti pengaspalan dan rabat beton—baru akan dimulai setelah pondasi dasar benar-benar siap.

Progres 12,74 persen ini justru menjadi patokan bahwa pengerjaan fisik sudah memasuki tahap yang lebih terlihat. Dalam beberapa pekan ke depan, warga akan mulai melihat alat berat beroperasi secara masif di sepanjang trase jalan.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: inilah.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top