Bukan Sekadar Beda Hitung, Ini Alasan Jamaah An-Nadzir Gowa Rayakan Idul Adha Sehari Sebelum Pemerintah

Penulis: Ujang Rahmat  •  Minggu, 24 Mei 2026 | 01:15:01 WIB
Jamaah An-Nadzir Gowa rayakan Idul Adha 1447 H sehari lebih awal dari pemerintah.

GOWA — Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Namun, bagi Jamaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa, hari raya kurban tahun ini akan dirayakan lebih awal, yakni pada Selasa, 26 Mei 2026. Perbedaan ini bukanlah hal baru dan telah menjadi ciri khas kelompok keagamaan yang berdiri sejak era 1990-an tersebut.

Mengapa Jamaah An-Nadzir Bisa Berbeda dengan Pemerintah?

Perbedaan ini berakar pada metode penetapan awal bulan Hijriah yang digunakan. Pemerintah menggunakan kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Sementara itu, Jamaah An-Nadzir memiliki pedoman sendiri.

Pemimpin An-Nadzir Gowa, M Samiruddin Pademmui, menjelaskan bahwa pihaknya menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Ahad, 17 Mei 2026. Penetapan ini didasarkan pada hasil pemantauan dan perhitungan Tim Pemantau Bulan An-Nadzir yang menyebutkan bahwa pergantian bulan dari Zulqaidah ke Zulhijah terjadi pada pukul 04.03 WITA, Minggu (17/5).

“Berdasarkan hasil pemantauan dan perhitungan Tim Pemantau Bulan An-Nadzir, pada Minggu tanggal 17 Mei 2026 terjadi pergantian bulan dari Zulqaidah ke Zulhijah pada pukul 04.03 WITA,” kata Samiruddin dalam keterangan persnya pada Sabtu.

Dalil yang Jadi Pegangan Puluhan Tahun

Yang membedakan, Jamaah An-Nadzir tidak hanya mengandalkan perhitungan astronomi semata. Samiruddin menegaskan, metode mereka mengacu pada dalil naqli—sumber hukum yang berasal dari Alquran dan hadis—serta ajaran guru dan imam mereka, almarhum KH Syamsuri Abdul Madjid. Prinsip ini membuat konsistensi mereka terjaga lintas generasi.

Dengan metode tersebut, 10 Zulhijah—yang merupakan puncak Hari Raya Idul Adha—jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Jamaah pun akan melaksanakan salat Id pada pukul 07.00 WITA di lingkungan pemukiman mereka di Gowa.

Apa Implikasi Perbedaan Ini bagi Warga Sekitar?

Bagi warga Gowa di luar jamaah, perbedaan ini sudah lazim terjadi setiap tahunnya. Tidak ada gesekan berarti karena masing-masing pihak saling menghormati keyakinan. Jamaah An-Nadzir dikenal sebagai komunitas yang taat dan eksklusif dalam menjalankan ibadah, namun tetap hidup berdampingan secara damai dengan masyarakat sekitar.

Perbedaan ini juga menjadi pengingat bahwa dalam Islam, metode penentuan awal bulan memang memiliki khilafiyah (perbedaan pendapat) yang diakui. Selama masing-masing berpegang pada dalil dan ijtihad yang jelas, perbedaan hari raya bukanlah hal yang perlu dipersoalkan secara berlebihan.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Perbedaan Idul Adha

Apakah Idul Adha 2026 di Indonesia berbeda-beda?
Iya. Pemerintah menetapkan Idul Adha pada 27 Mei 2026 berdasarkan sidang isbat. Namun, beberapa ormas dan kelompok seperti Jamaah An-Nadzir di Gowa merayakannya pada 26 Mei 2026 karena perbedaan metode hisab dan rukyah.

Apa yang dimaksud dengan dalil naqli dalam penetapan awal bulan?
Dalil naqli adalah dalil yang bersumber langsung dari Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW. Jamaah An-Nadzir menjadikannya sebagai landasan utama, selain perhitungan astronomi, dalam menentukan awal dan akhir bulan Hijriah.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top