GOWA — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan anak korban kecelakaan kapal di Pangkep tetap bisa bersekolah tanpa terbebani biaya. Usaid bin Imran, putra dari almarhum Imran yang merupakan aktivis Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sulsel, kini mendapat beasiswa penuh dari SD hingga SMA di sekolah swasta pilihannya.
Bantuan itu diserahkan oleh Staf Khusus Gubernur, Achmad Hidayat, di Kabupaten Gowa. Penyerahan dihadiri jajaran Dinas Sosial setempat, lurah, dan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang.
Beasiswa ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Pemprov Sulsel berkomitmen memastikan akses pendidikan anak-anak korban tidak terputus meski kehilangan orangtua.
“Alhamdulillah beasiswa ini merupakan bentuk perhatian dan tindak lanjut arahan langsung Bapak Gubernur kepada keluarga korban untuk memastikan anak-anak yang ditinggalkan tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak,” kata Achmad Hidayat dalam keterangannya.
Ia menambahkan, bantuan ini diharapkan meringankan beban keluarga dan menjadi penyemangat bagi Usaid untuk terus belajar meraih cita-cita.
Sebelumnya, pada Sabtu (3/1/2026), Gubernur Andi Sudirman telah menyerahkan bantuan donasi kepada ahli waris tiga korban insiden kapal tenggelam di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar. Komitmen pendidikan berupa beasiswa bagi anak-anak korban menjadi bagian dari paket bantuan yang disiapkan Pemprov.
Insiden kapal tenggelam di perairan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan pada Desember 2025 lalu menewaskan sejumlah orang, termasuk Imran yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan di Sulsel.
Pemerintah Provinsi menegaskan akan terus memantau perkembangan pendidikan anak-anak korban dan memastikan bantuan berjalan hingga mereka menyelesaikan pendidikan menengah atas.