SULAWESI SELATAN — Momen dramatis terjadi pada pekan ke-37 Premier League, Senin (12/5) waktu setempat. Gol tunggal kemenangan Arsenal atas Burnley membuat koleksi poin mereka tak lagi terkejar oleh Manchester City yang hanya bermain imbang di laga terpisah. Stadion Emirates bergemuruh saat peluit panjang berbunyi, mengakhiri puasa gelar liga yang membentang sejak musim 2003/2004.
Declan Rice menjadi pusat perhatian setelah unggahan Instagram-nya viral. Dalam foto yang ia bagikan, sang gelandang Inggris berpose bersama Kai Havertz, Eberechi Eze, William Saliba, Myles Lewis-Skelly, dan Bukayo Saka. Caption "it's done" menjadi sindiran manis atas pernyataannya beberapa bulan lalu.
Saat itu, Rice kedapatan berkata "it's not done" kepada Martin Odegaard beberapa detik setelah Arsenal kalah dari Manchester City. Banyak pihak menganggap kekalahan tersebut akan menghancurkan mental juara The Gunners. Ternyata, pernyataan Rice justru menjadi bumerang bagi para peragu.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengakui bahwa momen kekalahan pahit dari City justru menjadi titik balik. "It's not done, and we are more confident that we're going to do it," ujar Arteta dalam sesi wawancara pasca-laga. Ia menambahkan bahwa perasaan itu langsung terasa di ruang ganti, tanpa perlu diucapkan.
Arteta menegaskan bahwa kekuatan mental para pemain menjadi faktor utama keberhasilan ini. "Kami membuat sejarah lagi bersama. Saya tidak bisa lebih bahagia dan bangga pada semua orang yang terlibat di klub ini," katanya dalam pernyataan resmi.
Momen semakin emosional ketika akun resmi Arsenal menayangkan montase pidato legenda klub, Arsene Wenger. "Kamu melakukannya. Juara terus berjalan ketika yang lain berhenti. Ini waktumu," ujar Wenger dalam rekaman tersebut. Sentuhan manajer yang membawa Arsenal meraih gelar terakhir pada 2004 itu seolah merestui generasi baru The Gunners.
Piala juara akan resmi diangkat pada laga pamungkas melawan Crystal Palace di Selhurst Park. Namun, fokus Arsenal tak berhenti di sana. Kurang dari dua pekan ke depan, mereka akan menghadapi Paris Saint-Germain di final Liga Champions Budapest. Kemenangan di partai puncak akan menggenapi musim sempurna dengan gelar ganda.
Kedatangan Declan Rice pada awal musim terbukti menjadi game-changer. Gelandang bertahan berusia 25 tahun itu memberikan keseimbangan yang sebelumnya hilang di lini tengah. Kombinasinya dengan Martin Odegaard menciptakan dinding kokoh yang sulit ditembus lawan.
Statistik mencatat Arsenal hanya kebobolan 27 gol sepanjang musim—pertahanan terbaik kedua di liga. Di sisi lain, produktivitas gol yang merata dari lini belakang hingga depan membuat mereka tak bergantung pada satu pemain bintang. Kai Havertz dan Bukayo Saka masing-masing menyumbang lebih dari 15 gol di semua kompetisi.