Pertamina Mulai Serap 15.000 Liter Minyak dari Sumur Rakyat Blora, Target Produksi 10.000 Liter per Hari

Penulis: Ramli Siregar  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 18:15:06 WIB
Empat truk tangki membawa 15.000 liter minyak mentah dari sumur rakyat Blora menuju depo Pertamina.

SULAWESI SELATAN — Empat truk tangki masing-masing berkapasitas 5.000 liter meluncur dari Desa Plantungan, Kecamatan Blora, menuju depo Pertamina. Minyak mentah tersebut belum bisa langsung dibongkar — seluruhnya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan kadar air di bawah 0,5 persen, sesuai standar yang disepakati dalam perjanjian kerja sama.

"Saat ini masih menunggu hasil laboratorium. Jika memenuhi syarat, baru bisa dibongkar," ujar Ketua Koperasi BME Blora, Sutrisno, di Blora, Selasa (12/5/2026).

Standar Ketat, Sampel Sebelumnya Lolos

Ini bukan kali pertama BME mengirim sampel ke Pertamina. Sebelumnya, minyak dari Desa Botoreco dinyatakan lolos uji kualitas. Bahkan, kadar airnya dinilai di bawah ambang batas — sebuah prestasi yang diapresiasi langsung oleh Pertamina.

Untuk menjaga konsistensi kualitas, minyak dari Plantungan melalui proses penampungan dan pengendapan sebelum dikirim. Armada truk tangki juga akan menjalani uji kelayakan bersama Pertamina, termasuk pemeriksaan spesifikasi teknis dan kelengkapan operasional.

"Harapannya, sampel minyak dari Desa Plantungan yang dikirim kemarin juga bisa lolos seperti di Botoreco," tambah Sutrisno.

1.600 Titik Sumur, Potensi 10.000 Liter per Hari

Saat ini, BME membina sekitar 1.600 titik sumur rakyat yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Blora. Wilayah tersebut meliputi Desa Plantungan (Kecamatan Blora), Desa Ngiyono (Japah), Desa Talokwohmojo dan Karangtengah (Ngawen), serta Desa Plosorejo dan Botoreco (Kunduran).

Dari ribuan sumur itu, potensi produksi diperkirakan mencapai 10.000 liter per hari. BME terus menyesuaikan proses produksi dan distribusi dengan ketentuan yang berlaku, termasuk menggandeng sejumlah BUMDes di desa-desa penghasil minyak rakyat.

"Desa mana saja yang sudah siap produksi akan kami dorong menjalani uji sampel dan kelayakan lainnya," kata Sutrisno.

Dampak ke Daerah: Bagi Hasil dan PAD Desa

Sinergi antara BME dan Pertamina tak hanya soal lifting minyak nasional. Sutrisno menekankan, potensi perut bumi ini diharapkan mampu meningkatkan Dana Bagi Hasil (DBH), Pendapatan Asli Daerah (PAD) desa, serta kesejahteraan para penambang sumur rakyat.

Jika pengiriman perdana dari Plantungan lolos uji, pintu distribusi untuk ribuan sumur lainnya akan terbuka. Langkah ini menjadi model pengelolaan minyak rakyat yang terintegrasi dengan BUMN — dari hulu ke hilir — tanpa meninggalkan penambang tradisional.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top