SELAYAR — Andi Putriana tidak hanya mengandalkan komunikasi jarak jauh. Dalam beberapa hari terakhir, ia menyambangi langsung jajaran Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PSI di lima kecamatan yang tersebar di wilayah kepulauan. Tujuannya, merawat ikatan emosional dan memastikan mesin partai benar-benar bergerak hingga ke tingkat desa.
Kepulauan Selayar memiliki tantangan geografis yang tidak mudah. Pulau-pulau tersebar dan akses transportasi antarkecamatan kerap memakan waktu. Putriana mengakui bahwa selama ini komunikasi dengan sejumlah Ketua DPC hanya melalui telepon atau WhatsApp.
“Saya memang belum pernah bertemu langsung dengan beberapa Ketua DPC. Selama ini komunikasi hanya lewat WhatsApp atau telepon. Karena itu saya merasa penting untuk turun langsung agar kebersamaan, kekompakan, dan solidaritas tetap terjaga,” jelas Putriana, Senin (11/5/2026).
Kunjungan tersebut tidak hanya berisi seremonial. Putriana memanfaatkan momen untuk mendengar langsung kondisi masyarakat dan menyerap masukan dari kader terkait kesiapan partai menghadapi agenda politik ke depan. Ia menekankan bahwa penguatan struktur hingga tingkat desa menjadi kunci.
“Kami di Selayar tidak boleh hanya hadir saat momentum politik saja. PSI harus terus bergerak, hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi, dan memastikan struktur partai benar-benar hidup sampai ke desa-desa,” tegasnya.
Langkah konsolidasi ini dinilai krusial karena tahapan verifikasi partai politik untuk Pemilu 2029 mulai diwacanakan. Partai yang tidak memiliki struktur kuat hingga tingkat kecamatan dan desa berpotensi kesulitan memenuhi syarat administrasi. Putriana menyebut wilayah kepulauan dengan segala keterbatasannya justru menjadi ruang bagi PSI untuk membuktikan komitmen.
“PSI harus menjadi rumah perjuangan bagi anak muda dan masyarakat yang ingin melihat perubahan. Karena itu, silaturahmi dan kebersamaan antar kader harus terus dijaga,” tutup Putriana.
Dengan turun langsung ke akar rumput, Andi Putriana menunjukkan bahwa semangat perubahan yang diusung PSI dimulai dari kehadiran nyata, mendengar, dan menjaga kebersamaan di tengah keterbatasan geografis Kepulauan Selayar.