MAKASSAR — Cluster Rinoka merupakan hasil kolaborasi kedua Summarecon dengan Sumitomo Forestry Indonesia setelah sukses dengan cluster sebelumnya. Hunian baru ini mengusung arsitektur klasik Prancis, menyasar keluarga muda dan profesional di Makassar serta Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Executive Director SMM, Indra Widjaja, mengatakan kawasan seluas sekitar 500 hektare di Panaikang itu terus diarahkan menjadi kota mandiri modern pertama Summarecon di luar Pulau Jawa. Sejak diluncurkan pada 2018, kawasan ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan hadirnya berbagai fasilitas penunjang.
Cluster Rinoka menawarkan dua pilihan unit. Tipe Paris berukuran 9x14 meter, sementara tipe Mio berukuran 7x14 meter. Luas tanah mulai 98 meter persegi hingga 126 meter persegi, dengan luas bangunan 84 meter persegi sampai 137 meter persegi.
Setiap unit hunian memiliki tiga hingga lima kamar tidur. Harga yang dipatok mulai Rp1,9 miliar hingga Rp3,6 miliar, sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Summarecon Mutiara Makassar bukan sekadar kawasan perumahan. Indra menjelaskan bahwa pengembang membangun ekosistem kota terpadu dengan fasilitas lengkap. Sejumlah sarana yang sudah dan tengah dikembangkan antara lain sekolah dasar, area komersial, pasar modern, dan fasilitas perbankan.
Rencananya, Mandiri University akan hadir sebagai pusat pendidikan perbankan untuk KTI. "Summarecon Mutiara Makassar bukan hanya kawasan residensial, tetapi kami membangun ekosistem kota terpadu dengan fasilitas lengkap untuk menunjang kehidupan masyarakat," ujar Indra.
Pengembang menargetkan pembangunan sebanyak 422 unit rumah yang akan dipasarkan secara bertahap. Tahap pertama mulai diperkenalkan kepada agen pemasaran sebelum penjualan resmi dibuka pada pertengahan Juni 2026.
Indra optimistis Rinoka akan mendapat respons positif dari pasar. Selain harga perdana yang kompetitif, kawasan township dinilai memiliki prospek investasi jangka panjang seiring pesatnya perkembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung. "Kami ingin menjadikan Summarecon Mutiara Makassar sebagai destinasi baru dan ikon kota modern di KTI," tuturnya.
Summarecon Mutiara Convention Center telah menjadi lokasi berbagai event berskala besar. Mulai dari pertunjukan sirkus internasional, pameran buku, hingga festival hiburan. Sepanjang 2025, kawasan ini mampu menghadirkan lebih dari 150 ribu pengunjung.
Pada Juni 2026 mendatang, kawasan itu kembali dijadwalkan menghadirkan pertunjukan Great Wall Circus edisi kedua dan wahana ice skating. Perwakilan pengembang lokal, Along, menilai kehadiran SMM membawa perubahan besar terhadap perkembangan kawasan timur Kota Makassar.
"Kami ingin menghadirkan produk hunian berkualitas internasional dengan standar Jepang, tetapi tetap sesuai kebutuhan masyarakat Makassar, khususnya keluarga muda," kata Along.