GOWA — Kehadiran Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian dalam acara monev di Baruga Tinggimae, Rujab Bupati Gowa, mengindikasikan tingginya prioritas nasional terhadap program Zero Dose. Dalam kegiatan itu, Tri Tito menekankan bahwa kolaborasi lintas kabupaten/kota menjadi kunci utama melampaui target angka yang ambisius tersebut.
"Jika seluruh TP PKK kabupaten/kota mampu bekerja cepat secara kolaboratif maka lebih dari 140 ribu anak dapat terimunisasi," ujar Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK Pusat.
Menurut Tri Tito, imunisasi bukan sekadar tindakan preventif medis, melainkan langkah awal membangun sumber daya manusia berkualitas. Dukungan pola asuh orang tua tetap menjadi komponen penting dalam suksesi program. Fatmawati Amin, Ketua TP PKK Kabupaten Wajo, menegaskan bahwa kegiatan monev ini memperkuat koordinasi antar daerah sekaligus memperdalam komitmen program kerja PKK, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak.
"Alhamdulilah, kami membersamai kegiatan yang digagas TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan dan ini memperkuat koordinasi antar daerah dalam mengejar target imunisasi," kata Fatmawati Amin, Ketua TP PKK Wajo.
Kategori Zero Dose merujuk pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar sama sekali. Target program tersebut mencerminkan kesenjangan vaksinasi di tingkat lapangan, terutama di daerah terpencil atau komunitas dengan akses terbatas. Fatmawati menjelaskan bahwa percepatan imunisasi anak, khususnya bagi kelompok Zero Dose, menjadi fokus utama strategi kesehatan Kabupaten Wajo dalam periode monev ini.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi penetapan Sulsel sebagai lokasi pelaksanaan program imunisasi Zero Dose. Apresiasi tersebut mencerminkan kepercayaan pemerintah pusat terhadap kapasitas pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam mengeksekusi program kesehatan berskala besar.
"Kami sangat berterima kasih atas amanah ini. Ini merupakan wujud nyata kerja PKK. Insya Allah, pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota siap menjalankan kolaborasi ini secara optimal," ungkap Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Koordinasi lintas level pemerintahan dan organisasi perempuan ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan vaksinasi sekaligus memperkuat jejak PKK dalam advokasi kesehatan anak di Sulawesi Selatan.