GOWA — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memacu percepatan cakupan imunisasi dasar lengkap untuk melindungi generasi masa depan. Dalam pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Imunisasi Zero Dose tingkat provinsi, Kabupaten Gowa mencuat sebagai daerah dengan performa impresif yang melampaui target sasaran.
Ketua TP PKK Kabupaten Luwu Timur, dr. Ani Nurbani Irwan, hadir langsung dalam agenda yang dipusatkan di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa tersebut. Kehadirannya mempertegas komitmen daerah dalam mendukung agenda nasional guna memastikan tidak ada anak yang terlewat dari akses vaksinasi dasar.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi atas kerja kolaboratif yang ditunjukkan oleh jajaran pemerintah daerah dan penggerak PKK. Berdasarkan data terbaru, Kabupaten Gowa berhasil mencatatkan angka intervensi sebesar 101,8 persen.
“Kami sangat berterima kasih atas amanah ini. Ini merupakan kerja nyata dari PKK bersama seluruh elemen. Capaian di Kabupaten Gowa yang mencapai 101,8 persen atau sebanyak 5.985 anak yang telah diintervensi dari target 5.787 anak adalah hasil kerja kolaboratif yang luar biasa,” ungkap Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Keberhasilan ini menempatkan Sulawesi Selatan sebagai salah satu provinsi dengan performa terbaik dalam pelaksanaan program imunisasi Zero Dose secara nasional. Sinergi antara kader di lapangan dengan fasilitas kesehatan menjadi kunci utama dalam menyisir anak-anak yang belum mendapatkan dosis imunisasi sama sekali.
Ketua Umum TP PKK Pusat, Ny. Tri Suswati Tito Karnavian, yang hadir memantau langsung evaluasi tersebut, menggarisbawahi bahwa imunisasi adalah hak konstitusional setiap anak. Orang tua dan pemerintah memiliki kewajiban kolektif untuk memenuhinya demi membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.
“Imunisasi merupakan langkah awal dalam melindungi anak-anak kita dari berbagai risiko penyakit. Ini adalah bagian penting dalam membentuk generasi sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas,” tegas Ny. Tri Suswati.
Ia mendorong seluruh pemerintah daerah di Sulawesi Selatan untuk mempertajam akurasi data. Pendekatan by name by address harus menjadi acuan utama bagi puskesmas, kader PKK, hingga pengurus Posyandu. Dengan data yang presisi, intervensi terhadap anak yang belum tervaksinasi dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
Partisipasi dr. Ani Nurbani Irwan dalam forum ini menjadi bagian dari upaya Luwu Timur untuk mengadopsi praktik terbaik (best practice) dari daerah lain. Sebagai daerah yang juga fokus pada perlindungan anak, Luwu Timur berkomitmen menyelaraskan program daerah dengan kebijakan pusat dan provinsi.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Sulsel Naomi Octarina, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, serta Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Andi Tenri Indah Darmawangsyah. Kehadiran para pimpinan perempuan ini menunjukkan soliditas penggerak PKK dalam mengawal isu-isu kesehatan masyarakat di Sulawesi Selatan.
Selain agenda evaluasi kesehatan, rombongan Ketua Umum TP PKK Pusat dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi strategis lainnya di Makassar. Rangkaian kegiatan meliputi peninjauan lokasi HUT Dekranas di Trans Mall Makassar, serta persiapan Festival Kuliner dan agenda Anti Mager di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.