MALILI — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XIX tahun 2030. Kesiapan ini ditegaskan dalam rapat internal pengurus KONI Luwu Timur pada Senin (20/4/2026) menyusul adanya surat mekanisme pendaftaran dari KONI Sulsel.
Ketua KONI Luwu Timur, Herawan Raditya, mengungkapkan bahwa ambisi menjadi penyelenggara ini didasari oleh kerinduan masyarakat Luwu Raya terhadap pesta olahraga terbesar di Sulawesi Selatan tersebut. Terakhir kali kawasan Luwu Raya menjadi pusat pelaksanaan ajang ini adalah tahun 2002, saat Kota Palopo bertindak sebagai tuan rumah.
Salah satu modal kuat Luwu Timur dalam bursa pencalonan ini adalah ketersediaan fasilitas olahraga. Herawan menjelaskan bahwa infrastruktur di Bumi Batara Guru saat ini sudah jauh melampaui persyaratan minimal yang ditetapkan oleh tim penjaringan KONI Sulsel.
Berdasarkan aturan, daerah calon tuan rumah setidaknya harus memiliki kesiapan venue minimal 30 persen pada saat pendaftaran. Luwu Timur mengklaim telah melewati angka tersebut dengan margin yang cukup signifikan.
"Kalau melihat persyaratan untuk jadi tuan rumah, Luwu Timur sudah di atas standar. Kesiapan venue atau arena pertandingan olahraga di Lutim saat ini sudah di atas 50 persen. Ini jadi modal kuat kami untuk mengajukan diri," ujar Herawan Raditya.
Ajang yang dulunya bernama Pekan Olahraga Daerah (Porda) ini memang sudah lama tidak menyapa masyarakat di bagian utara Sulawesi Selatan. Sejak 2002, penyelenggaraan terus berputar di wilayah selatan dan tengah provinsi.
Herawan berharap KONI Sulsel memberikan kesempatan bagi Luwu Raya atau Toraja pada edisi 2030 mendatang. Jika kepercayaan itu diberikan kepada Luwu Raya, Luwu Timur memastikan diri paling siap untuk mengemban tanggung jawab sebagai pusat penyelenggaraan.
"Artinya sudah 24 tahun menunggu. Selama periode itu, ajang olahraga empat tahunan tidak pernah lagi berlangsung di daerah Luwu Raya. Luwu Timur siap jika dipercaya menjadi tuan rumah," katanya menegaskan.
Langkah Luwu Timur kali ini bukan tanpa persiapan matang. Sekretaris KONI Luwu Timur, Irwan, menyebut pihaknya telah melakukan evaluasi mendalam dari pengalaman sebelumnya. Luwu Timur sempat mengajukan diri untuk Porprov 2022, namun saat itu tim penjaringan akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Kabupaten Sinjai dan Bulukumba sebagai tuan rumah bersama.
"Pengalaman itu menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi," tutur Irwan.
Sebagai informasi, peta persaingan tuan rumah Porprov Sulsel terus bergulir. Untuk pelaksanaan Porprov Sulsel 2026, KONI Sulsel telah menetapkan Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo sebagai tuan rumah bersama. Luwu Timur menargetkan periode berikutnya sebagai momentum kebangkitan prestasi olahraga dan ekonomi daerah melalui status tuan rumah tunggal maupun bersama.