Ormas Islam Sulsel Perkuat Sinergi, ICATT Dorong Literasi dan Aksi Nyata

Penulis: Ujang Rahmat  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 13:19:01 WIB
Pimpinan ormas Islam Sulsel memperkuat sinergi dalam pertemuan silaturrahmi di Makassar.

MAKASSAR — Sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga Islam tingkat Provinsi Sulawesi Selatan kembali menggelar pertemuan silaturrahmi untuk memantapkan kolaborasi lintas sektoral. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel ini merupakan pertemuan keempat setelah sebelumnya digelar di berbagai lokasi strategis di Makassar.

Pertemuan tersebut dihadiri tokoh-tokoh kunci dari MUI Sulsel, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Wahdah Islamiyah, Hidayatullah, DPP ICATT, DPP IMMIM, ICMI, DDI, PITI, hingga As’adiyah. Kehadiran para pimpinan ini menandai penguatan wadah komunikasi dalam membangun dan memberdayakan umat di wilayah Sulawesi Selatan.

Urgensi Komunikasi dan Persatuan Lintas Organisasi

Ketua Umum PW Muhammadiyah Sulsel, Prof. Ambo Asse, menekankan bahwa komunikasi intensif antar pimpinan organisasi menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan. Ia mengingatkan agar nilai-nilai Islam tetap terjaga dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak memahami ajaran secara utuh.

“Semua amal ibadah harus diniatkan lillahi ta’ala. Jika dilakukan dengan ikhlas, maka akan dituntun ke jalan Allah,” ujar Prof. Ambo Asse saat memberikan sambutan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan perkembangan pemikiran Muhammadiyah mengenai penggunaan kalender Hijriah global. Selain itu, kontribusi amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di bidang pendidikan serta layanan sosial terus diperkuat sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Sinergi Bottom-Up Sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel turut memberikan dukungan melalui fasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antar ormas Islam. Langkah ini diambil sebagai implementasi nilai persatuan untuk menghindari perpecahan di tengah masyarakat.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, H. Aminuddin, menyebutkan bahwa gerakan ini lahir dari kebutuhan bersama (bottom-up), bukan sekadar instruksi formal dari atasan. Hal ini membuat komitmen yang terbangun menjadi jauh lebih kuat dan organik.

“Ormas Islam merupakan bagian dari civil society yang menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembinaan umat, terutama di tengah keterbatasan sumber daya manusia dan efisiensi anggaran saat ini,” kata Aminuddin.

ICATT Siapkan Tenaga Ahli untuk Literasi Umat

Ketua Umum DPP Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT), H. Mallingkai Ilyas, menawarkan dukungan intelektual dalam sinergi ini. Organisasi yang berdiri sejak 1989 tersebut memiliki lebih dari 1.000 anggota yang terdiri dari pakar di berbagai bidang keilmuan.

Mallingkai menegaskan kesiapan ICATT untuk mendukung gerakan literasi melalui penulisan buku tematik lintas ormas. Langkah ini diharapkan dapat menjawab berbagai problematika keumatan dengan perspektif yang komprehensif dan ilmiah.

“ICATT siap berkolaborasi dengan seluruh ormas Islam. Kami siap memback-up gerakan literasi umat melalui penulisan buku tematik serta menghadirkan narasumber terbaik,” tegas Mallingkai Ilyas.

Rencana Jalan Sehat Hijratul Rasul 30 Ribu Peserta

Sebagai bentuk aksi nyata yang melibatkan partisipasi luas, ICATT mengusulkan adanya ruang perjumpaan fisik yang lebih besar. Salah satu gagasan yang dilempar ke forum adalah penyelenggaraan jalan sehat massal menyambut Tahun Baru Hijriah.

“Salah satu gagasan yang kami tawarkan adalah gerakan jalan sehat atau apapun namanya, bisa juga ‘Hijratul Rasul’ yang diikuti oleh 30.000 peserta dari berbagai ormas dan lembaga keagamaan di Sulawesi Selatan,” ungkap Mallingkai.

Inisiator gerakan, AM Iqbal Parewangi, menambahkan bahwa sejarah terbentuknya forum ini harus ditindaklanjuti dengan aksi yang konsisten. Ia mendorong agar pertemuan rutin terus dilakukan secara bergiliran antar ormas untuk memastikan setiap isu strategis keumatan dapat tertangani dengan baik.

Reporter: Ujang Rahmat
Back to top