MAKASSAR — Peringatan dini BMKG menyebut angin kencang berpotensi mengganggu aktivitas warga di Jeneponto dan sekitarnya, terutama saat melintasi kawasan terbuka atau berkendara dengan kendaraan roda dua. Status waspada berlaku di Bantaeng, Takalar, Sidenreng Rappang (Sidrap), Pinrang, Parepare, Barru, dan Soppeng.
Suhu udara di Sulsel tercatat berkisar 18–36 derajat Celsius dengan kelembapan 45–95 persen. Angin bertiup dari arah utara hingga timur pada kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Prakiraan cuaca harian menunjukkan sebagian besar Sulsel cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan berpotensi turun di sebagian Luwu Utara pada pagi dan dini hari.
Memasuki siang hingga sore, hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian Enrekang, Luwu, dan Pinrang. Malam hari umumnya berawan. Warga yang bepergian ke wilayah berpotensi hujan diminta menyiapkan perlengkapan yang diperlukan.
BMKG mengeluarkan peringatan waspada udara panas untuk 14 kabupaten dan kota di Sulsel. Wilayah itu meliputi Barru, Bantaeng, Gowa, Jeneponto, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkep, Palopo, Parepare, Pinrang, dan Takalar.
Pekerja lapangan dan pengendara perlu memperhatikan kondisi tubuh, terutama pada siang hari ketika paparan panas terasa lebih menyengat. Warga disarankan mencukupi kebutuhan cairan, memakai pelindung dari sinar matahari, dan mengurangi aktivitas berat di luar ruangan bila kondisi terasa sangat panas.
Konsentrasi PM2.5 di Sulsel berada pada kisaran 55,5–67,4 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori tidak sehat. Partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan atau penyakit jantung perlu mengurangi paparan polusi. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus dapat dipertimbangkan saat beraktivitas di luar ruangan.
Warga diminta memantau informasi kualitas udara melalui kanal resmi pemerintah sebelum merencanakan aktivitas luar ruangan. Prakiraan cuaca dan peringatan dini terbaru dapat diakses melalui situs resmi BMKG di www.bmkg.go.id.
Kondisi kualitas udara di Kota Makassar sebelumnya pernah memburuk. Laporan BMKG Wilayah IV Makassar pada Rabu (14/10/2029) pagi mencatat angka 156,5 µg/m3 atau kategori sangat tidak sehat, dan angka itu terus meningkat sejak periode sebelumnya.
Catatan itu menjadi pengingat bahwa polusi PM2.5 bukan persoalan sehari. Warga diimbau menyesuaikan aktivitas dengan kondisi udara setempat dan mengikuti pembaruan informasi dari BMKG.