MAKASSAR — Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Sulawesi Selatan 2026 dilepas dari Makassar dengan membawa uang layak edar senilai Rp25 miliar. Sebanyak 15 Pejuang Rupiah yang tergabung dalam tim on board berasal dari delapan wilayah kerja Bank Indonesia, termasuk Kantor Perwakilan BI Sulawesi Tenggara, Balikpapan, Lampung, Sulawesi Barat, Sibolga, dan Bangka Belitung.
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menyatakan ketersediaan Rupiah di seluruh wilayah Indonesia merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.
"Pada ERB tahun ini kami mendistribusikan Rupiah sebesar Rp25 miliar dengan menjangkau pulau-pulau di wilayah 3T seperti, Pulau Badi, Gondong Bali, Liukang Loe, Bahuluang, dan Kepulauan Selayar," katanya dalam kegiatan pelepasan tim.
Kerja sama BI dan TNI Angkatan Laut dalam distribusi Rupiah ke wilayah 3T telah berlangsung sejak 2012. Hingga 2026, kolaborasi ini telah melaksanakan 150 kali kegiatan kas keliling 3T dengan jangkauan 766 pulau.
Rizki menjelaskan ERB 2026 direncanakan berlangsung sebanyak 23 kegiatan, terdiri atas 19 ERB Nasional dan 4 ERB Mandiri. Target kunjungan mencakup 115 pulau di wilayah 3T.
"ERB 2026 direncanakan berlangsung sebanyak 23 kegiatan, terdiri atas 19 ERB Nasional dan 4 ERB Mandiri, dengan target kunjungan ke 115 pulau di wilayah 3T," jelas Rizki.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengapresiasi sinergi Bank Indonesia dan TNI AL dalam memastikan pemerataan distribusi uang Rupiah layak edar hingga ke wilayah kepulauan.
"Tantangan geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi pembangunan yang inklusif dan pemerataan akses masyarakat terhadap Rupiah," tegas Fatmawati.
Komandan Lantamal VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, menekankan kolaborasi strategis ini sebagai langkah nyata menjaga kedaulatan negara sekaligus memperkuat perekonomian di wilayah 3T.
"Bagi TNI AL, beredarnya Rupiah di pulau-pulau perbatasan bukan sekadar alat transaksi ekonomi, melainkan simbol identitas bangsa dan bentuk nyata keutuhan Wilayah NKRI," tegas Andi Abdul Aziz.
Selain layanan penukaran uang Rupiah, ERB Sulawesi Selatan 2026 dirangkaikan dengan edukasi Rupiah serta bakti sosial. Rangkaian bakti sosial mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, sunatan gratis bagi anak, pembagian sembako, dan pembagian susu sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Kegiatan juga mencakup Vespa Jelajah Rupiah pada 13-14 Oktober 2026 di Desa Kulo, Kabupaten Sidrap. Program ini bertujuan memperluas edukasi Rupiah dan mendorong pengumpulan uang tidak layak edar.
Bank Indonesia bersama pemerintah daerah akan menyelenggarakan Festival Ambaiang pada 17-18 Oktober 2026 di Kabupaten Kepulauan Selayar. Festival bertema "Tradisi, Cinta dan Budaya dalam Satu Perjalanan Bersama Tegakkan Rupiah di NKRI" ini bertujuan mengangkat kembali budaya lokal yang mulai terancam punah.
Rangkaian festival turut dilengkapi lomba pengumpulan uang logam tingkat sekolah. Ajang ini digelar untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Rupiah dan semangat nasionalisme sejak dini.
Melalui ERB Sulawesi Selatan 2026, Bank Indonesia berharap layanan Rupiah semakin menjangkau masyarakat kepulauan secara merata. Program ini sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan kepedulian sosial di wilayah 3T.