Komisi VII DPR RI Dorong Pemprov Sulsel Hadirkan Kurikulum Pariwisata di SD dan SMP

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:11:02 WIB
Ketua Tim Reses Komisi VII DPR RI Evita Nursanty berbicara dalam kunjungan kerja di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Jumat (9/10).

Ketua Tim Reses Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengajak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan kurikulum pendidikan pariwisata di tingkat SD hingga SMP. Usulan itu disampaikan dalam Kunjungan Kerja dan Reses Masa Persidangan 2026-2027 di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Jumat (9/10). Kurikulum ini dinilai penting agar anak-anak mengenal budaya pariwisata sejak dini, mulai dari kebersihan hingga keramahtamahan.

MAKASSAR — Evita Nursanty menilai pengenalan pariwisata tidak cukup lewat promosi destinasi. Menurutnya, fondasi paling kuat justru ditanam lewat jalur pendidikan formal. Ia pun menawarkan agar Pemprov Sulsel memulai dari jenjang sekolah dasar dan menengah pertama.

"Pak Gubernur mungkin bisa memulai juga di Pemprov Sulawesi Selatan menghadirkan kurikulum kepariwisataan dari SD atau SMP," ujar Evita Nursanty saat Kunjungan Kerja dan Reses Masa Persidangan 2026-2027, di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Jumat (9/10).

Bukan Sekadar Mengenal Pariwisata

Evita menegaskan, kurikulum kepariwisataan yang diusulkannya bukan pelajaran hafalan tentang destinasi. Yang ingin dicapai adalah pembentukan sikap dan kebiasaan anak terhadap lingkungan sekitarnya.

Ia menyebut beberapa nilai yang bisa ditanamkan lewat kurikulum tersebut, seperti kebersihan dan keramahtamahan. Nilai-nilai itu dinilai relevan dengan keseharian siswa dan bisa mulai dibiasakan sejak bangku sekolah dasar.

"Jadi yang ingin dicapai dari kurikulum pariwisata ini adalah bagaimana anak-anak sekolah ini bisa lebih menjaga kebersihan dan keramahtamahan," ujarnya lagi.

Pantai Bira Dinilai Cantik, tetapi Terkendala Jarak

Dalam kesempatan itu, Evita mengakui besarnya potensi pariwisata yang dimiliki Sulsel. Salah satu destinasi yang disorotnya adalah Pantai Bira di Kabupaten Bulukumba.

Meski mengakui keindahan pantai tersebut, ia menyoroti jarak tempuh sebagai kendala yang perlu diperhatikan pihak terkait. Persoalan akses itu dinilainya bisa memengaruhi pilihan wisatawan.

"Saya lihat dari foto-fotonya, Pantai Bira itu cantik sekali ya. Hanya saja jaraknya memang cukup jauh," ujarnya lagi.

Kurikulum Pariwisata dan Tantangan Akses Jadi Catatan Reses

Usulan kurikulum pariwisata dan sorotan soal akses ke Pantai Bira muncul dalam forum reses yang sama. Keduanya menyangkut dua sisi pengembangan pariwisata Sulsel: kesiapan sumber daya manusia dan konektivitas menuju destinasi.

Pemprov Sulsel belum menyampaikan tanggapan resmi atas usulan tersebut dalam bahan kunjungan kerja ini. Pembahasan lanjutan soal kemungkinan penerapan kurikulum pariwisata di sekolah menjadi langkah berikutnya yang dinantikan.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top