MAKASSAR — Surat pengunduran diri Munafri Arifuddin diserahkan langsung kepada Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin pada Senin (05/10). Munafri, yang akrab disapa Appi, meninggalkan jabatan ketua partai di kota yang ia pimpin sebagai wali kota.
Kekosongan kepemimpinan di DPD II Golkar Makassar membuat sejumlah pihak mulai menyuarakan nama pengganti. Ketua Umum Barisan Anak Rakyat (BARAK) 145, Illank Radjab, menyebut Arifin Majid sebagai figur yang layak dipertimbangkan untuk mengisi posisi Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD II Golkar Makassar.
Menurut Illank, Arifin bukan figur baru di tubuh partai berlambang pohon beringin itu. Arifin merupakan kader Golkar Makassar yang saat ini menjabat anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Golkar periode 2024–2029.
“Arifin Majid itu kader Golkar Makassar. Ia tumbuh dan berproses di Golkar Makassar, bukan figur yang tiba-tiba muncul ketika terjadi kekosongan kepemimpinan. Karena itu, menurut kami, namanya wajar untuk dipertimbangkan dalam konteks konsolidasi organisasi,” kata Illank, Selasa (06/10).
Illank menambahkan, Arifin selama ini dikenal memiliki loyalitas kepada Ilham Arief Sirajuddin. Meski begitu, ia menilai loyalitas personal mesti tetap ditempatkan dalam kerangka loyalitas organisasi dan kepentingan Partai Golkar.
Rekam proses Arifin sebagai kader Golkar Makassar disebut Illank sebagai alasan utama usulan itu disampaikan. Pengalaman Arifin di dinamika politik Kota Makassar dinilai relevan untuk menjaga kesinambungan organisasi.
“Yang kami lihat adalah rekam prosesnya sebagai kader Golkar Makassar. Beliau adalah bagian dari Fraksi Golkar di DPRD Makassar dan memiliki pengalaman dalam dinamika politik kota ini. Itu menjadi alasan mengapa kami menyampaikan harapan agar beliau dapat dipertimbangkan,” ujarnya.
Arifin tercatat sebagai anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Golkar dalam data resmi dewan periode 2024–2029.
Illank menegaskan usulan tersebut murni aspirasi BARAK 145. Keputusan soal siapa yang menjalankan tugas sebagai PLT tetap berada pada mekanisme dan kewenangan internal Partai Golkar.
“Kami tidak sedang mengambil kewenangan partai. Kami hanya menyampaikan aspirasi. Golkar Makassar membutuhkan kesinambungan organisasi dan konsolidasi kader. Kalau DPD I mempertimbangkan kader internal, Arifin Majid adalah salah satu nama yang menurut kami patut diperhitungkan,” kata Illank.
Ia berharap proses penataan kepemimpinan Golkar Makassar berjalan tertib dan tetap menjaga soliditas seluruh kader. Menurutnya, pergantian kepemimpinan tidak boleh membuat organisasi berhenti bekerja.
“Pergantian kepemimpinan jangan menjadi alasan untuk membuat organisasi berhenti bekerja. Golkar Makassar harus tetap bergerak, konsolidasi harus tetap berjalan, dan kader-kader yang selama ini berproses harus mendapatkan ruang untuk menjalankan pengabdian organisasinya,” pungkas Illank Radjab, Ketua Umum BARAK 145.