Diskominfotik Wajo Turun ke Sengkang Silk Karnaval, Gaungkan Sutera sebagai Identitas di Festival Danau Tempe 2026

Penulis: Ujang Rahmat  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 07:02:32 WIB
Kepala Diskominfotik Wajo Andi Musdalifa memimpin barisan pada Sengkang Silk Karnaval di Festival Danau Tempe 2026.

WAJO — Kepala Diskominfotik Wajo, Andi Musdalifa, menyatakan keikutsertaan jajarannya sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan promosi pariwisata daerah. Ia menilai Sengkang Silk Karnaval bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang memperkenalkan kekayaan budaya Wajo kepada masyarakat luas.

Karnaval ini mempertemukan berbagai organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam satu panggung kreativitas. Masing-masing membawa warna, gagasan, dan semangat untuk membuat Festival Danau Tempe 2026 semakin semarak.

Mengapa Sutera Disebut Identitas Wajo

Bagi masyarakat Wajo, sutera bukan sekadar kain. Ia adalah identitas, warisan, dan modal budaya yang terus dipertontonkan ke publik. Sengkang Silk Karnaval menjadikan sutera sebagai salah satu identitas yang mendapat ruang dalam perhelatan tersebut.

Pemerintah daerah memandang keterlibatan perangkat daerah dalam karnaval bukan urusan tampil dan meramaikan acara semata. Partisipasi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi potensi daerah sekaligus memperkenalkan identitas Wajo ke publik yang lebih luas.

Yel-yel Keterbukaan Informasi di Barisan Diskominfotik

Diskominfotik Wajo tampil membawa semangat keterbukaan informasi. Yel-yel "Terbuka Informasinya, Maju Daerahnya" digaungkan sebagai pesan bahwa pembangunan daerah membutuhkan komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat.

"Melalui semangat kebersamaan dan kreativitas, Dinas Kominfotik Kabupaten Wajo hadir untuk menyemarakkan festival yang menjadi kebanggaan masyarakat Wajo," ujar Andi Musdalifa.

Menurutnya, keikutsertaan ini merupakan wujud dukungan terhadap pelestarian budaya, promosi pariwisata, serta pengembangan potensi daerah Kabupaten Wajo yang kaya akan warisan sutera dan keindahan Danau Tempe.

Dari Kain Sutera hingga Pesona Danau Tempe

Sengkang Silk Karnaval merupakan bagian dari rangkaian Festival Danau Tempe 2026 yang mengangkat kekayaan budaya dan pariwisata Wajo. Perhelatan ini menjadi ajang bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan bahwa kekayaan budaya dapat menjadi energi penggerak pariwisata.

Dari kain sutera hingga pesona Danau Tempe, Wajo ingin memperkuat citra daerah di mata publik yang lebih luas. Promosi potensi daerah lewat karnaval dinilai menjadi salah satu cara memperkenalkan identitas Wajo kepada khalayak yang belum mengenalnya.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: lintascelebes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top