WAJO — Kepala Diskominfotik Wajo, Andi Musdalifa, menyatakan keikutsertaan jajarannya sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan promosi pariwisata daerah. Ia menilai Sengkang Silk Karnaval bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang memperkenalkan kekayaan budaya Wajo kepada masyarakat luas.
Karnaval ini mempertemukan berbagai organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam satu panggung kreativitas. Masing-masing membawa warna, gagasan, dan semangat untuk membuat Festival Danau Tempe 2026 semakin semarak.
Bagi masyarakat Wajo, sutera bukan sekadar kain. Ia adalah identitas, warisan, dan modal budaya yang terus dipertontonkan ke publik. Sengkang Silk Karnaval menjadikan sutera sebagai salah satu identitas yang mendapat ruang dalam perhelatan tersebut.
Pemerintah daerah memandang keterlibatan perangkat daerah dalam karnaval bukan urusan tampil dan meramaikan acara semata. Partisipasi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi potensi daerah sekaligus memperkenalkan identitas Wajo ke publik yang lebih luas.
Diskominfotik Wajo tampil membawa semangat keterbukaan informasi. Yel-yel "Terbuka Informasinya, Maju Daerahnya" digaungkan sebagai pesan bahwa pembangunan daerah membutuhkan komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat.
"Melalui semangat kebersamaan dan kreativitas, Dinas Kominfotik Kabupaten Wajo hadir untuk menyemarakkan festival yang menjadi kebanggaan masyarakat Wajo," ujar Andi Musdalifa.
Menurutnya, keikutsertaan ini merupakan wujud dukungan terhadap pelestarian budaya, promosi pariwisata, serta pengembangan potensi daerah Kabupaten Wajo yang kaya akan warisan sutera dan keindahan Danau Tempe.
Sengkang Silk Karnaval merupakan bagian dari rangkaian Festival Danau Tempe 2026 yang mengangkat kekayaan budaya dan pariwisata Wajo. Perhelatan ini menjadi ajang bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan bahwa kekayaan budaya dapat menjadi energi penggerak pariwisata.
Dari kain sutera hingga pesona Danau Tempe, Wajo ingin memperkuat citra daerah di mata publik yang lebih luas. Promosi potensi daerah lewat karnaval dinilai menjadi salah satu cara memperkenalkan identitas Wajo kepada khalayak yang belum mengenalnya.