PERTINA Sulsel Buka Penjaringan Ketua Baru, Pendaftaran Mulai 5 Oktober 2026

Penulis: Ujang Rahmat  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:02:01 WIB
Rapat pleno Pengprov PERTINA Sulsel menetapkan perangkat Musprov di Makassar.

MAKASSAR — Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Sulawesi Selatan mematangkan persiapan Musyawarah Provinsi (Musprov) melalui rapat pleno di Sekretariat Pengprov PERTINA Sulsel, lantai 2 Marina Beach Hotel, Makassar. Rapat dipimpin Ketua Pengprov PERTINA Sulsel Harpen Reza Ali. Pengurus menetapkan perangkat Musprov, mulai dari Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), Steering Committee (SC), hingga Organizing Committee (OC).

Sekretaris Pengprov PERTINA Sulsel, Sri Syahril, menyatakan proses pencalonan ketua dilakukan secara terbuka dengan tahapan terukur. TPP menangani pendaftaran, verifikasi dokumen, proses pengujian, hingga penetapan bakal calon yang memenuhi persyaratan.

Jadwal Tahapan Musprov PERTINA Sulsel 2026

Pendaftaran bakal calon ketua dibuka 5 hingga 12 Oktober 2026. Setelah itu, TPP melakukan verifikasi berkas pada 13–14 Oktober, masa sanggah 15–17 Oktober, dan penetapan calon resmi pada 18 Oktober 2026.

Kandidat yang lolos verifikasi mendapat kesempatan sosialisasi dan menyampaikan visi-misi kepada pemilik suara pada 19–22 Oktober 2026. Tahapan itu memberi ruang bagi setiap kandidat menawarkan gagasan soal arah pembinaan tinju Sulsel.

“Pendaftaran bakal calon ketua akan dimulai 5 hingga 12 Oktober 2026. Setelah itu, TPP melakukan verifikasi berkas pada 13–14 Oktober, kemudian masa sanggah 15–17 Oktober, dan penetapan calon resmi pada 18 Oktober 2026,” kata Sri Syahril.

Syarat Calon: KTP Sulsel hingga Dukungan 10 Pengkab/Pengkot

Persyaratan pencalonan mencakup kepemilikan KTP Sulsel, penyampaian visi dan misi, serta dukungan minimal dari 10 Pengkab/Pengkot PERTINA. Calon juga diharapkan memiliki kemampuan pembiayaan memadai untuk menopang keberlangsungan program organisasi.

Sri menilai PERTINA Sulsel membutuhkan figur yang tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga berkomitmen nyata terhadap pembinaan atlet. Kepemimpinan organisasi olahraga, menurut dia, membutuhkan kesiapan mengalokasikan waktu, tenaga, dan sumber daya.

Catatan Empat Tahun: 12 Atlet Lolos PON hingga Emas Asia 2025

Musprov kali ini menjadi evaluasi atas perjalanan kepengurusan di bawah Harpen Reza Ali, yang masa kepengurusan pertamanya berakhir 30 November 2026. Sri menyebut sejumlah capaian olahraga sebagai catatan penting periode tersebut.

Salah satunya keberhasilan meloloskan 12 atlet tinju Sulsel ke PON XXI Aceh-Sumut 2024. Dari ajang itu, tim tinju Sulsel membawa pulang enam medali, termasuk medali emas kelas 54 kilogram yang diraih Josua Holy Masihor.

“Di bawah komando Harpen Reza Ali, PERTINA Sulsel mencetak sejarah baru dengan meloloskan 12 atlet ke PON XXI Aceh-Sumut 2024. Ini menjadi kuota kelulusan terbesar sepanjang sejarah partisipasi Sulsel di PON,” ujarnya.

Prestasi berlanjut di level internasional. Pada Kejuaraan Tinju Asia 2025 di Negeri Sembilan, Malaysia, Josua Holy Masihor kembali meraih medali emas setelah mengalahkan petinju tuan rumah. Atlet Sulsel juga tercatat mewakili Indonesia pada kejuaraan dunia di Uzbekistan pada 2023 dan Dubai pada 2025.

Kemandirian Pembiayaan Jadi Sorotan

Di balik prestasi tersebut, Sri menyoroti tantangan pembiayaan yang dihadapi PERTINA Sulsel selama beberapa tahun terakhir. Berbagai program pembinaan, termasuk Pra-PON 2023 dan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), berjalan dengan mengandalkan kemandirian organisasi.

Kondisi itu menjadi salah satu alasan pentingnya memilih calon ketua yang memahami kebutuhan pembinaan olahraga sekaligus mampu mengelola sumber daya organisasi. Harpen selama masa kepemimpinannya memberikan dukungan finansial pribadi dalam jumlah besar, salah satunya pembangunan GOR di atas lahan sekitar 3.000 meter persegi di Jalan AP Pettarani, Makassar.

Sri berharap persoalan pembiayaan olahraga prestasi menjadi perhatian bersama, baik di internal organisasi maupun pemangku kebijakan. Keberhasilan atlet di tingkat nasional dan internasional, menurutnya, membutuhkan kesinambungan pembinaan, kompetisi, serta dukungan fasilitas.

“Harapan kami, calon yang maju benar-benar memiliki ketulusan untuk berkorban waktu dan tenaga demi menjaga marwah tinju Sulsel,” kata Sri.

Musprov bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Forum itu menjadi kesempatan bagi PERTINA Sulsel menentukan arah pembinaan tinju untuk empat tahun ke depan.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: mediawarta.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top