Irjen Pol Awal Chaeruddin Resmi Jabat Kapolda Sulsel, Djuhandani Raharjo Pindah Tugas ke Mabes Polri

Penulis: Ujang Rahmat  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:03:31 WIB
Irjen Pol Awal Chaeruddin resmi menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Selatan.

MAKASSAR — Sebelum menempati kursi Kapolda Sulsel, Awal Chaeruddin bertugas di Mabes Polri sebagai Analis dan Advokasi Hukum. Perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994 itu menempuh perjalanan karier panjang di institusi kepolisian, dengan catatan pendidikan berupa anugerah bintang termuda dari angkatannya di lingkungan pendidikan kepolisian.

Nama Awal bukan hal baru di lingkaran pemerintahan. Pada periode 2014 hingga 2019, ia dipercaya menjadi ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pengalaman mendampingi orang nomor dua di republik itu memberinya bekal dalam urusan manajerial serta komunikasi institusi.

Jejak Karier Awal Chaeruddin Sebelum ke Makassar

Penugasan sebagai ajudan wapres menjadi salah satu modal yang ia bawa ke Sulawesi Selatan. Wilayah ini dikenal memiliki dinamika keamanan, sosial, dan pemerintahan yang menuntut kepemimpinan cermat.

Latar belakang advokasi hukum turut memperkuat posisinya ketika harus memimpin salah satu wilayah kepolisian yang cukup strategis di kawasan timur Indonesia. Kombinasi pengalaman manajerial dan pemahaman hukum dinilai relevan untuk menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.

Djuhandani Raharjo Dapat Penugasan Baru di Mabes Polri

Djuhandani Raharjo tidak serta-merta kehilangan peran setelah ditarik dari Polda Sulsel. Ia mendapat penugasan baru di Mabes Polri untuk mengemban tugas berbeda.

Perpindahan ini menandai berakhirnya masa kepemimpinannya di Polda Sulsel. Djuhandani sebelumnya memegang komando wilayah kepolisian yang membawahi sejumlah daerah dengan tingkat kerumitan tersendiri di Sulawesi Selatan.

Bagian dari Penyegaran Organisasi Polri di Tingkat Kewilayahan

Surat telegram yang diterbitkan pada kategori KEP tahun 2026 itu menegaskan pola rotasi berkelanjutan di institusi Polri. Penyegaran posisi di tingkat kewilayahan menjadi bagian dari upaya menjaga efektivitas organisasi.

Sejumlah kapolda di berbagai daerah ikut terdampak dalam surat telegram yang sama, termasuk Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Maluku, Metro Jaya, Riau, dan Kepulauan Riau. Artinya, pergantian di Sulsel berjalan seiring dengan perombakan yang lebih luas di jajaran kepolisian daerah.

Bagi Sulsel, kepemimpinan baru di Polda diharapkan mampu menjawab tantangan keamanan yang terus berkembang. Publik Sulawesi Selatan menantikan arah kebijakan kepolisian di bawah komando Awal Chaeruddin, terutama dalam menjaga stabilitas dan pelayanan kepada masyarakat di wilayah yang dinamis ini.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: lutimterkini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top