MAKASSAR — Sosialisasi 7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia berlangsung selama tiga hari, 28-30 September 2026, di Auditorium TP PKK Kota Makassar. Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Makassar Noptiadi bersama jajaran serta pengurus Pokja Bunda PAUD Kota Makassar.
Melinda Aksa membuka kegiatan pada hari kedua, Rabu (29/9/2026). Ia menyebut anak sebagai investasi penting bagi masa depan bangsa.
Melinda menjelaskan tujuh kebiasaan yang dimaksud meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Kebiasaan sederhana tersebut dinilai dapat menjadi fondasi karakter apabila dilakukan secara konsisten.
"Anak-anak perlu dibiasakan memiliki karakter yang baik, disiplin, mandiri, sehat, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama," ujar Melinda.
Melinda menekankan pentingnya peran orang tua dan guru sebagai teladan. Anak akan lebih mudah membangun kebiasaan positif jika melihat langsung contoh yang dilakukan orang dewasa di sekitarnya.
"Anak hebat lahir dari kebiasaan yang hebat, dan kebiasaan hebat tumbuh dari keteladanan orang dewasa di sekitarnya," tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, Melinda juga membawakan materi "Dari Kebiasaan Menjadi Budaya, Peran Bersama dalam Membentuk Anak Indonesia yang Berkualitas". Ia menjelaskan kebiasaan dibangun melalui proses mengenalkan, memberi contoh, mengulang, hingga akhirnya menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina P, yang juga psikolog anak, membawakan materi tentang penerapan 7 Kebiasaan Baik dari perspektif psikologi. Ia menekankan pentingnya memahami tahap perkembangan anak dalam membentuk kebiasaan.
Menurut Titin, terdapat tiga kebutuhan psikologis yang perlu diperhatikan. Pertama, memberikan ruang otonomi melalui pilihan terbatas. Kedua, membangun kompetensi secara bertahap. Ketiga, menciptakan keterhubungan melalui kebiasaan yang dilakukan bersama dengan penuh kehangatan.
Titin juga mengingatkan lima hal penting dalam membangun kebiasaan anak, yakni memahami anak, mengulang dengan sabar, bergerak bersama, menjadi teladan, serta menerapkan pola asuh yang hangat namun tetap tegas.
Kolaborasi orang tua, guru, dan lingkungan diharapkan membuat tujuh kebiasaan tersebut tumbuh menjadi budaya. Dampaknya, anak diharapkan tumbuh sehat, cerdas, disiplin, percaya diri, dan berkarakter.