Leo/Daniel Rebut Emas Asian Games 2026 Usai Sempat Dipisah Setahun

Penulis: Pandu Wibisono  •  Selasa, 29 September 2026 | 19:36:31 WIB
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berfoto dengan medali emas nomor perorangan bulu tangkis Asian Games 2026 di Ichinomiya, Jepang, Selasa (29/9/2026).

SULAWESI SELATAN — Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyegel medali emas nomor perorangan bulu tangkis Asian Games 2026 setelah menaklukkan Liang Weikeng/Wang Chang lewat pertarungan tiga gim 19-21, 21-13, 21-18. Kemenangan di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Jepang, Selasa (29/9/2026), melengkapi emas beregu putra yang mereka sumbang sebelumnya.

Duel berlangsung ketat sejak gim pertama. Leo/Daniel sempat tertinggal lebih dulu setelah kalah 19-21, tetapi bangkit di dua gim berikutnya untuk memastikan podium tertinggi nomor perorangan.

Hasil ini menutup perjalanan panjang pasangan yang sempat dipisah PBSI selama sekitar setahun. Emas beregu putra yang mereka ikut persembahkan lebih dulu membuat Asian Games 2026 jadi ajang paling produktif bagi keduanya sepanjang karier senior.

Gelar Juara yang Melekat Sejak Level Junior

Nama Leo/Daniel mencuat saat keduanya menyapu gelar juara Asia dan dunia junior pada 2019. Prestasi itu memunculkan julukan The Babies untuk pasangan yang saat itu masih belia.

Jejak juara berlanjut di level senior. Keduanya turut membawa Tim Bulu Tangkis Indonesia menjuarai Piala Thomas 2020 yang digelar di Aarhus, Denmark, pada 2021. Beberapa bulan berselang, mereka menyumbang emas SEA Games 2021.

Di BWF World Tour, Leo/Daniel membuka catatan dengan gelar Singapore Open 2022. Total empat gelar juara mereka kumpulkan hingga Indonesia Masters 2024.

Stagnasi Usai Indonesia Masters 2024 dan Keputusan Dipecah

Setelah Indonesia Masters 2024, prestasi keduanya mandek. PBSI mengambil langkah memecah pasangan: Leo dipasangkan dengan Bagas Maulana, sementara Daniel berduet dengan Muhammad Shohibul Fikri.

Strategi itu tidak berjalan sesuai harapan. Hasil keduanya bersama pasangan baru dinilai kurang maksimal, sehingga PBSI kembali menyatukan Leo dan Daniel pada awal 2026.

Keputusan tersebut langsung berbuah. Leo/Daniel meraih dua gelar juara, yakni Thailand Open (Super 500) dan Taipei Open (Super 300).

Chemistry Junior Jadi Kunci Kebangkitan

Kedekatan yang terbangun sejak level junior membuat Leo dan Daniel tak butuh waktu lama beradaptasi saat dipasangkan kembali. Modal itu terlihat dari konsistensi mereka sepanjang 2026.

Puncaknya, medali emas beregu dan perorangan di Asian Games 2026 menjadi bukti bahwa kombinasi Leo/Daniel masih jadi andalan sektor ganda putra Indonesia.

Bagi PBSI, hasil ini sekaligus menjawab keraguan atas keputusan memecah pasangan pada 2024. Dua gelar BWF World Tour plus emas Asian Games jadi tolok ukur bahwa chemistry yang matang sejak junior sulit digantikan pasangan bentukan baru.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: rctiplus.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top