Wali Kota Makassar Appi Susuri Perairan Losari Naik Kapal Pembersih Limbah, 74 Kilogram Sampah Terkumpul

Penulis: Ramli Siregar  •  Senin, 21 September 2026 | 09:32:31 WIB
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menaiki kapal pembersih limbah saat menyusuri perairan Losari.

MAKASSAR — Munafri berangkat dari dermaga Tugu MNEK Pantai Losari menuju pusat kegiatan di TPST3R Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso. Kapal pembersih limbah yang ia tumpangi belum dioperasikan penuh dan masih menjalani uji coba.

Di lokasi yang sama, Ketua PKK Melinda Aksa bersama tim dewan lingkungan hidup Kota Makassar, pengurus TP PKK, komunitas lingkungan, dan ketua RT-RW se-Kecamatan Mariso bergotong royong di area TPST3R serta Rumah Susun Warga (Rusunawa) Panambungan.

74 Kilogram Sampah, 11 Kilogram di Antaranya Limbah Laut

Camat Mariso Syahril menyebut aksi di kawasan Mariso mengumpulkan total 74 kilogram sampah. Sebanyak 11 kilogram dari jumlah itu merupakan limbah laut.

"Dari World Clean Up Day hari ini kita telah mengumpulkan 26 kilogram sampah organik, 36 kilogram sampah anorganik dan 12 kilogram residu," jelas Syahril.

Kegiatan yang digelar melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar tersebut diisi aksi bersih-bersih sampah di darat dan di sungai, hingga pemilahan sampah secara langsung.

Appi Minta Jumat Bersih di Mariso Jalan Tiap Pekan

Munafri menegaskan peringatan World Clean Up Day tidak semestinya dimaknai sebagai kegiatan bersih-bersih yang hanya dilakukan satu hari. Kebersihan, katanya, harus menjadi kebiasaan yang dibangun setiap hari oleh masyarakat bersama dukungan pemerintah.

Wali Kota yang akrab disapa Appi itu meminta Pemerintah Kecamatan Mariso terus melaksanakan program Jumat Bersih setiap minggu. Ia menyebut kebersihan menjadi bagian penting dalam menyiapkan lingkungan sehat sekaligus masa depan kota dan generasi.

"Karena kebersihan itu tidak hanya untuk kita, tapi kebersihan ini adalah untuk masa depan, untuk generasi yang akan datang," ujarnya.

Sampah Organik Makassar Diarahkan Jadi Pakan Ternak Sapi

Pemkot Makassar memperkuat pengelolaan sampah agar memberi nilai tambah bagi warga. Pemilahan sampah kota saat ini diarahkan masuk ke berbagai jalur pemanfaatan.

Sampah organik dapat diolah menjadi pakan ternak sapi di TPA Tamangapa agar tidak lagi memakan sampah plastik. Sampah anorganik dikelola melalui Bank Sampah Unit dan memiliki nilai ekonomi.

"Yang kita harapkan, sampah ini kita kelola sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih, bisa menambah penghasilan rumah tangga buat ibu-ibu," jelas Munafri.

TPST3R Kelurahan Panambungan menjadi salah satu bagian dari sistem tersebut. Fasilitas itu mengelola sekitar tiga ton sampah setiap hari dari wilayah Kecamatan Mariso.

Bank Sampah Unit Dijamin Dibayar Tepat Waktu Tahun Depan

Munafri memastikan pemerintah kota memperkuat dukungan terhadap Bank Sampah Pusat agar transaksi sampah masyarakat berjalan lebih optimal. Ia menjamin tidak ada lagi keterlambatan pembayaran di Bank Sampah Unit mulai tahun depan.

"Saya pastikan, mulai tahun depan tidak akan ada lagi keterlambatan dalam pembayaran di sampah di Bank Sampah Unit ini. Bank sampah pusatnya akan di-support full oleh pemerintah," tegasnya.

Ia meminta profesionalisme pengelolaan bank sampah terus diperkuat. Tujuannya agar sampah yang telah dikumpulkan tidak menumpuk dan proses transaksi serta penjualan sampah berlangsung lebih cepat.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: pedoman.media This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top