Influenza A pada Balita: Cara Virus Masuk dan Menginfeksi Tubuh

Penulis: Ujang Rahmat  •  Minggu, 20 September 2026 | 09:37:01 WIB

SULAWESI SELATAN — Kasus Influenza A belakangan ini bikin orang tua balita dan anak-anak waspada, karena gejalanya lebih berat daripada flu biasa. Prof. DR. Dr. Anggraini Alam dari IDAI menjelaskan bagaimana virus ini menembus saluran napas, memperbanyak diri di dalam sel, hingga memicu peradangan. Simak penjelasannya supaya ibu tahu kapan harus siaga.

Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. DR. Dr. Anggraini Alam, memaparkan proses infeksi Influenza A secara rinci dalam konferensi pers daring, Jumat (18/9/2026). Penjelasan ini penting bagi orang tua yang memiliki balita maupun anak-anak, karena penyakit ini bergerak cepat dan tidak sekadar hinggap di tenggorokan.

Flu Itu Beda dengan Selesma

Banyak ibu masih menyamakan flu dengan selesma atau common cold. Padahal menurut Prof. Anggraini, keduanya berbeda dari sisi keparahan dan cara kerja virus di dalam tubuh.

“Ingat, tidak sama influenza atau flu itu sama dengan selesma atau common cold. Flu dia itu lebih berat,” ujarnya. Perbedaan ini yang membuat Influenza A perlu diwaspadai lebih serius, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh yang belum matang.

Virus Menembus Pertahanan Awal Saluran Napas

Proses infeksi dimulai ketika virus berhasil menembus pertahanan awal saluran pernapasan manusia. Begitu masuk, virus influenza bertindak bagaikan peretas genetik yang mengikuti cara kerja RNA, DNA, dan genetik tubuh manusia.

Dengan mengikuti mekanisme genetik sel, virus bisa memperbanyak dirinya di dalam sel sampai sel tersebut rusak. Setelah itu, virus dikeluarkan dari sel untuk menyerang sel-sel berikutnya. Inilah yang membuat infeksi menyebar cepat di saluran napas.

Jutaan Partikel Baru Menyerbu dan Memicu Peradangan

Setelah berhasil memperbanyak diri, jutaan partikel virus baru menyerbu jaringan saluran pernapasan. Tubuh tidak tinggal diam — sistem imun melepaskan respons peradangan atau inflamasi tingkat tinggi sebagai bentuk pertahanan.

Respons inilah yang kemudian memunculkan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek berat, hingga nyeri otot pada anak. Semakin kuat reaksi peradangan, semakin berat pula gejala yang dirasakan si kecil.

Kapan Ibu Perlu ke Dokter

Karena gejalanya bisa berkembang cepat, ibu sebaiknya tidak menunda konsultasi jika anak menunjukkan tanda seperti demam tinggi yang tidak turun, sesak napas, lemas berlebihan, atau sulit makan dan minum. Balita dan anak dengan kondisi kesehatan khusus perlu perhatian lebih awal.

Pencegahan tetap jadi langkah utama: pastikan anak mendapat istirahat cukup, asupan gizi seimbang, dan jaga kebersihan tangan serta lingkungan sekitar. Jika ada anggota keluarga yang sakit, batasi kontak dekat dengan si kecil.

Memahami cara virus Influenza A bekerja membantu ibu lebih sigap mengenali gejala dan mengambil keputusan tepat. Jangan ragu mencari bantuan medis begitu ada tanda yang mengkhawatirkan, karena penanganan lebih awal membuat pemulihan anak jauh lebih baik.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: lifestyle.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top