Jadwal Makan Bayi 6-23 Bulan Menurut IDAI, Panduan Lengkap Ibu

Penulis: Tedy Rustandi  •  Sabtu, 19 September 2026 | 14:53:31 WIB

SULAWESI SELATAN — Anak susah makan jadi momok menakutkan bagi ibu di usia MPASI. Padahal, mengatur jadwal makan bisa jadi kunci membangun regulasi makan yang baik sejak dini. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) punya panduan konkret soal frekuensi, jeda, dan durasi makan yang bisa langsung ibu terapkan di rumah.

Makan bagi bayi yang baru memulai MPASI bukan sekadar soal kuantitas, tapi juga kualitas dan ritme. Mulai usia 6 bulan, anak dikenalkan makanan padat, lalu bertahap hingga usia 1 tahun sudah bisa mengonsumsi makanan keluarga.

Membangun regulasi makan sejak dini membantu pemenuhan nutrisi yang optimal. Jadwal makan yang teratur juga melatih anak mengenali rasa lapar dan kenyang.

Mengapa Jadwal Makan Perlu Diatur Sejak Awal

Rasa lapar berkaitan erat dengan pengosongan lambung. Pada kondisi normal, waktu pengosongan lambung adalah 100 menit untuk makanan padat dan 75 menit untuk makanan cair.

Semakin besar usia bayi, pengosongan lambungnya semakin cepat. Karena itu, jeda antar waktu makan tidak bisa disamakan untuk semua anak.

Dokter Meta Hanindita dalam sorotan Instagram-nya menjelaskan, seiring bertambahnya usia si kecil, kapasitas lambung membesar dan durasi pengosongan lambung ikut memanjang. Jadi belum tentu harus 2 jam, bisa 2,5 jam atau bahkan 3 jam.

Berapa Kali Anak Makan Sehari Menurut IDAI

IDAI merekomendasikan dalam sehari anak makan 3 kali, ditambah 1-2 kali makanan selingan (snack), serta ASI atau susu 2-3 kali. Komposisi ini bisa jadi acuan menyusun jadwal harian.

Di antara waktu makan, anak hanya boleh mengonsumsi air putih. Memberi camilan di luar jadwal justru bisa membuat anak tidak merasa lapar saat waktu makan tiba.

Aspek Penting Membangun Regulasi Makan

Selain jam makan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar anak belajar makan dengan baik.

1. Jadwal yang Terencana

Buat jadwal makan termasuk snack secara teratur dan terencana. Usahakan durasi makan tidak lebih dari 30 menit.

Di sela waktu makan, hanya air putih yang boleh diberikan.

2. Lingkungan Makan yang Tenang

Jangan paksa anak meski ia hanya makan 1-2 suap. Hindari memberi makanan sebagai hadiah.

Jangan biarkan anak makan sambil bermain atau menonton televisi. Fokus pada makanan membantu anak mengenali sinyal kenyang.

3. Prosedur Pemberian Makan

Berikan makanan dalam porsi kecil. Hentikan pemberian makan jika setelah 15 menit anak bermain-main tanpa makan, tampak kesal, atau membuang-buang makanannya.

Motivasi anak untuk makan sendiri. Bersihkan mulutnya hanya setelah makan selesai.

Manfaat Jadwal Makan yang Konsisten

Anak lebih teratur karena ia mulai memprediksi kapan waktu makan datang. Ia juga belajar menangani emosi dengan sesuatu selain makanan atau susu.

Jadwal yang jelas membantu anak menyesuaikan diri dengan isyarat lapar dan kenyang. Untuk tipe small eater, pola makan terjadwal membuat mereka cukup lapar untuk menyantap makanan dan camilan bergizi.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter

Bila anak terus menolak makan, berat badannya tidak naik sesuai kurva pertumbuhan, atau tampak lemas, segera konsultasikan ke dokter anak. Kesulitan makan yang berlangsung lama bisa berdampak pada tumbuh kembang.

Mengatur jadwal makan memang butuh konsistensi, tapi hasilnya sepadan. Anak belajar mendengar tubuhnya sendiri, dan ibu pun lebih tenang menghadapi waktu makan.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: id.theasianparent.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top