Pemkab Luwu Panen Perdana Oplah, Produktivitas Padi Capai 8,9 Ton per Hektare

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Sabtu, 19 September 2026 | 10:39:01 WIB

Pemerintah Kabupaten Luwu mencatat produktivitas padi 8,9 ton per hektare dari program Optimalisasi Lahan (Oplah) Kementerian Pertanian pada panen perdana di Desa Rante Damai. Hasil ubinan di lahan Kelompok Tani Taman Harapan bahkan menembus 11,2 ton per hektare dengan varietas Ciherang. Capaian ini mendorong indeks pertanaman di Kecamatan Walenrang Timur naik dari IP 180 ke IP 200.

MAKASSAR — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Moch Arsal Arsyad menyampaikan laporan capaian itu pada kegiatan panen perdana lahan reguler dan Oplah masa tanam April–September 2026. Program Oplah diterima Luwu dari Kementerian Pertanian pada 2025, mencakup optimalisasi lahan rawa 1.708 hektare dan lahan nonrawa 861 hektare.

Pelaksanaannya bertujuan meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian, produktivitas, dan indeks pertanaman (IP). Padi yang dipanen dikelola Kelompok Tani Taman Harapan dengan varietas Ciherang.

Target Indeks Pertanaman Naik dari IP 180 ke IP 300

Arsal menyebut tujuan utama Oplah adalah menaikkan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200, dengan target akhir IP 300.

"Tujuan utama kegiatan Oplah ini adalah meningkatkan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200, dengan target akhir mencapai IP 300," ujar dia pada kegiatan panen perdana lahan reguler dan Oplah masa tanam April–September 2026 di Desa Rante Damai, Luwu.

Khusus wilayah Kecamatan Walenrang Timur, program Oplah berhasil menaikkan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200. Capaian itu disebut didukung kerja keras petani dan pendampingan para penyuluh pertanian.

Ketersediaan Air Jadi Kunci Pencapaian IP 300

Bupati Luwu Patahudding meminta para penyuluh pertanian dan kepala desa mengidentifikasi wilayah yang mengalami kekeringan. Ketersediaan air dinilai menjadi faktor utama untuk mencapai target peningkatan indeks pertanaman hingga IP 300.

"Untuk mencapai target IP 300, persoalan utama adalah air. Karena itu, saya meminta agar daerah-daerah yang mengalami kekeringan segera diidentifikasi," kata Patahudding.

Panen perdana di Desa Rante Damai menjadi penanda bergulirnya masa tanam April–September 2026 di lahan reguler maupun lahan Oplah. Identifikasi daerah kekeringan yang diminta Bupati akan menentukan langkah berikutnya sebelum target IP 300 dibebankan ke seluruh wilayah.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top