Menteri PKP Tambah 25.000 Unit Rumah Subsidi untuk Sulsel, Gubernur Andi Sudirman Hanya Minta 20.000

Penulis: Pandu Wibisono  •  Jumat, 18 September 2026 | 13:13:31 WIB

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menambah kuota 25.000 unit rumah subsidi untuk Sulawesi Selatan, melebihi permintaan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman yang mengajukan 20.000 unit. Tambahan kuota disampaikan dalam rapat koordinasi virtual yang dipantau dari Makassar, Kamis. Gubernur Sulsel berencana mengalokasikan rumah subsidi tidak hanya untuk masyarakat umum, tetapi juga ASN, petani, dan nelayan.

MAKASSAR — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memutuskan menambah 25.000 unit kuota rumah subsidi untuk Sulawesi Selatan. Keputusan diambil dalam rapat koordinasi virtual melalui Zoom Meeting yang dipantau dari Makassar, Kamis.

Angka itu melampaui permintaan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang mengajukan tambahan 20.000 unit. Menteri Ara menyebut komunikasi antara pemerintah provinsi, Balai PKP, dan pengembang sebagai alasan utama penambahan kuota.

Respons atas Permintaan Gubernur Sulsel

Gubernur Andi Sudirman lebih dulu menyampaikan kebutuhan tambahan kuota dalam forum yang sama. Ia mengusulkan 20.000 unit untuk mengakomodasi kelompok yang selama ini sulit mengakses rumah subsidi.

"Kami kalau bisa minta rumah subsidi tambahan 20 ribu, Pak Menteri. Kami rencana untuk ASN dan warga serta petani dan nelayan juga bisa mendapatkan rumah subsidi," kata Andi Sudirman.

Permintaan itu langsung direspons Menteri Ara dengan angka yang lebih tinggi. Menurutnya, komunikasi yang baik antara Gubernur, Balai PKP, serta asosiasi pengembang REI dan Apersi membuat Sulsel layak mendapat tambahan.

"Saya senang sekali kepada Pak Gubernur karena komunikasi sangat baik. Kita kasih 25 ribu tambahan kuota untuk Sulsel," ujar Menteri Ara.

Progres Rumah Subsidi Sulsel Dinilai Jadi Contoh

Menteri Ara menilai progres program rumah subsidi di Sulawesi Selatan berjalan baik. Ia menyebut koordinasi lintas instansi di daerah itu sebagai contoh bagi balai PKP di provinsi lain.

"Progres rumah subsidi Sulsel bagus karena komunikasi Gubernur, Balai dengan REI dan Apersi. Ini patut dicontoh Balai PKP lainnya. Kalau mau tambah kuota, kita kasih," ujar Menteri Ara.

Penilaian itu muncul setelah ia mengapresiasi capaian program di Sulsel. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pengembang menjadi kunci percepatan pembangunan rumah subsidi.

Rencana Pemanfaatan untuk ASN, Petani, dan Nelayan

Gubernur Andi Sudirman berencana memperluas sasaran penerima rumah subsidi di Sulsel. Selain masyarakat umum, kuota tambahan akan diarahkan untuk ASN, petani, dan nelayan.

Perluasan sasaran itu bertujuan menjangkau kelompok yang selama ini belum terakomodasi program perumahan. Petani dan nelayan menjadi prioritas karena dinilai memiliki kebutuhan tempat tinggal layak di kawasan produksi.

Dengan tambahan 25.000 unit, total kuota rumah subsidi untuk Sulawesi Selatan akan bertambah signifikan. Pemerintah provinsi bersama Balai PKP dan asosiasi pengembang akan menyusun skema distribusi kuota tersebut.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top