Aeshyazidni Nafizah Gasba, pelajar SD Islam Athirah Bukit Baruga Kota Makassar, menyabet medali emas English International Olympiad 2026 di ajang ASIAROPE yang digelar di Bangkok, Thailand, 4-8 September lalu. Nafizah menjadi satu-satunya wakil Makassar yang mengharumkan nama Indonesia setelah mengeliminasi 17 peserta terbaik dari berbagai wilayah.
MAKASSAR — Aeshyazidni Nafizah Gasba membawa pulang medali emas English International Olympiad 2026 pada ajang ASIAROPE yang berlangsung di Bangkok, Thailand, 4-8 September lalu. Pelajar SD Islam Athirah Bukit Baruga itu menjadi juara pertama setelah bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
Nafizah juga menjadi satu-satunya wakil Kota Makassar yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di kompetisi tersebut. Sebelum mencapai babak final, ia mengeliminasi 17 anak terbaik dari berbagai wilayah di Indonesia.
ASIAROPE merupakan kompetisi akademik internasional yang mempertandingkan berbagai bidang ilmu, seperti Matematika, IPA, Bahasa Inggris, dan Jurnalism. Pesertanya datang dari berbagai tingkat pendidikan, mulai TK hingga SMA.
Nurul Haerani, ibu Nafizah, mengaku bangga atas pencapaian putrinya. Menurut dia, persaingan di ajang itu tidak mudah karena Nafizah harus berhadapan dengan peserta dari jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
"Alhamdulillah Nafizah bisa bersaing dengan peserta-peserta lain. Bahkan mengalahkan peserta dari negara lainnya," kata Nurul di Makassar, Rabu.
Nurul berkisah, perjalanan Nafizah menuju puncak kemenangan tidak instan. Semangat belajar, ketekunan, konsistensi, dan kedisiplinan menjadi kunci torehan prestasi yang diraih putrinya saat ini.
Berlaga di kelas yang lebih tinggi justru memacu Nafizah untuk tampil maksimal. Ia akhirnya meraih penghargaan exemplary performance sekaligus membawa pulang medali emas English International Olympiad 2026.
"Ini malah membuatnya terpacu untuk terus menyajikan yang terbaik hingga berhasil meraih penghargaan exemplary performance dan membawa pulang medali emas English International Olympiad 2026," urai Nurul.
Putri tunggal pasangan Irfan Inayah dan Nurul Haerani Bakkareng ini memperoleh bekal kefasihan berbahasa Inggris karena lahir dan tumbuh di Sydney, Australia. Setelah kembali ke Indonesia, Nafizah tidak berhenti belajar.
Ia terus mengasah kemampuannya dengan mengikuti berbagai kompetisi Bahasa Inggris, baik di dalam maupun luar negeri. Kebiasaan itu membentuk kepercayaan diri dan ketajaman akademiknya di setiap lomba.
Bagi Nafizah, ASIAROPE bukan sekadar ajang berkompetisi. Kegiatan itu menjadi kesempatan mempertajam kemampuan akademik sekaligus mengenal keindahan dan keberagaman berbagai negara.
Pengalaman mengikuti ASIAROPE-English International Olympiad 2026 diharapkan menjadi pondasi bagi Nafizah meraih pencapaian-pencapaian lainnya. Bukan hanya untuk berkompetisi, namun juga membentuk kepribadiannya agar siap menghadapi segala tantangan.
"Paling penting, kami orangtua ingin menanamkan bahwa setiap prestasi butuh perjuangan sebelum akhirnya dapat diraih dan dibanggakan," ujar Nurul.