Kemenpar Pulihkan Destinasi Wisata Terdampak Bencana, Kerugian Sade Rp33,84 Miliar

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Sabtu, 12 September 2026 | 19:36:01 WIB
Kemenpar mencatat kerugian destinasi wisata Desa Adat Sade di Lombok mencapai Rp33,84 miliar akibat bencana.

SULAWESI SELATAN — Desa Adat Sade di Lombok menjadi salah satu destinasi yang paling terdampak bencana. Kemenpar mencatat 75 hunian rusak total, 20 hunian terdampak di luar Dusun Sade, serta 11 tempat pertemuan dan fasilitas pendukung ikut rusak.

Total kerugian diperkirakan mencapai Rp33,84 miliar. Angka itu mencerminkan besarnya pukulan terhadap destinasi wisata budaya yang selama ini menjadi salah satu ikon Lombok.

Bantuan Logistik hingga Trauma Healing

Penanganan pascabencana dilakukan bertahap. Kemenpar menyalurkan dukungan logistik dan mendirikan dapur umum untuk kebutuhan harian warga terdampak.

Selain bantuan fisik, trauma healing diberikan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan. Penyusunan rencana rekonstruksi jangka panjang juga tengah disiapkan agar pembangunan kembali dilakukan lebih aman dan tangguh.

Dampak Erupsi Anak Krakatau ke Sektor Penerbangan

Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak luas terhadap sektor penerbangan di Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Sebanyak 4.132 penerbangan dan sekitar 450.000 penumpang terdampak.

Kemenpar mengimbau OTA dan biro perjalanan menerapkan kebijakan force majeure. Kebijakan itu mencakup pengembalian biaya tiket 100% dan kemudahan reschedule tanpa biaya tambahan.

Imbauan untuk Traveler dan Pelaku Usaha Wisata

Bagi traveler yang memiliki jadwal penerbangan terdampak, segera hubungi maskapai atau agen perjalanan. Pastikan memahami opsi refund dan reschedule yang tersedia.

Pelaku usaha wisata di kawasan terdampak diminta menyesuaikan kebijakan pemesanan. Fleksibilitas ini penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan di tengah situasi darurat.

Ketahanan sebagai Fondasi Pariwisata

Menteri Pariwisata Widiyanti menegaskan bahwa ketahanan harus menjadi bagian dari pembangunan pariwisata Indonesia. Prinsip utamanya adalah melindungi manusia terlebih dahulu, mempercepat pemulihan destinasi dan mata pencaharian masyarakat, menjaga kepercayaan wisatawan, serta membangun kembali dengan lebih aman dan tangguh.

Widiyanti menambahkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, industri, komunitas, masyarakat, dan seluruh ekosistem pariwisata diperlukan untuk menjaga pertumbuhan sektor pariwisata hingga akhir 2026 sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat.

Bagi traveler yang berencana berkunjung ke destinasi terdampak, informasi terkini soal akses dan kondisi lokasi dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top