Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melakukan inspeksi mendadak di SPBU 74.902.31 Jalan AP Pettarani Makassar, Kamis, untuk menelusuri penyebab antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU Kota Makassar. Dari sidak itu, ia menemukan empat nozzle pengisian Pertalite hanya dilayani satu operator, disertai dugaan modifikasi tangki dan kendaraan yang bolak-balik mengisi BBM. Pemprov Sulsel bersama Forkopimda kini menggandeng kepolisian dan TNI mengawasi tertib pengisian di lapangan.
MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meninjau langsung SPBU 74.902.31 di Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis, guna memastikan kondisi penyaluran bahan bakar minyak di lapangan. Langkah itu diambil menyusul antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU di provinsi tersebut, terutama di Kota Makassar.
Dalam sidak tersebut, Andi Sudirman memantau proses pengisian BBM, khususnya pertalite untuk kendaraan roda dua. Antrean kendaraan saat itu terlihat padat hingga mengular ke jalan. Dua barisan sepeda motor mengantre di masing-masing sisi nozzle pengisian Pertalite.
Gubernur turut mengecek kondisi operasional nozzle dan situasi antrean di SPBU. Ia mendapati ada empat nozzle pengisian, tetapi hanya satu orang yang menjalankan operasional saat itu.
"Bagaimana orang tidak antre kalau 4 nozzle pengisian hanya satu operator melayani. Kemudian adanya modifikasi tanki dan kendaraan bolak balik isi BBM," kata Andi Sudirman.
Menurut dia, persoalan antrean di SPBU perlu ditelusuri menyeluruh agar penyebabnya teridentifikasi. Pemprov Sulsel telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk melakukan pengecekan di sejumlah SPBU.
Pemprov Sulsel bersama kabupaten/kota dan Forkopimda telah bergerak membantu Pertamina serta satgas melakukan patroli dan pengawasan tertib pengisian SPBU. Andi Sudirman meminta seluruh pihak terkait terus berkoordinasi dan memantau kondisi lapangan, sehingga setiap persoalan yang memicu antrean panjang bisa segera diidentifikasi dan ditangani.
"Kami juga berkoordinasi Bapak Kapolda Sulsel dan Pangdam XIV Hasanuddin terkait pendampingan Kepolisian dan TNI terhadap oknum-oknum yang memanfaatkan situasi saat ini. Tentu kami akan kawal tertib pengisian sekaligus pantau jumlah stok," ujar dia.
Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Makassar menjadi perhatian Pemprov Sulsel karena berdampak langsung pada warga yang hendak mengisi BBM. Pemerintah daerah menempatkan pengawasan tertib pengisian dan pemantauan stok sebagai dua hal yang berjalan bersamaan.
Koordinasi lintas instansi itu menyasar oknum yang diduga memanfaatkan situasi, termasuk praktik pengisian berulang dan modifikasi tangki yang ditemukan di lapangan. Pemprov memastikan pendampingan kepolisian dan TNI berlanjut selama antrean belum kembali normal.