SULAWESI SELATAN — Politeknik Pariwisata NHI Bandung meluluskan ribuan calon tenaga kerja sektor parekraf di tengah momentum pertumbuhan industri yang positif. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana hadir langsung dalam prosesi wisuda di kampus Jalan Dr. Setiabudi, Bandung, dan menyampaikan pesan penting tentang kompetensi yang wajib dimiliki lulusan anyar.
Widiyanti menegaskan perkembangan AI dan digitalisasi global menuntut SDM pariwisata yang tidak sekadar melek teknologi. Kemampuan berpikir kritis dan adaptif menjadi pembeda di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
"Di tengah perkembangan AI dan digitalisasi di seluruh dunia, kita membutuhkan sumber daya manusia pariwisata yang menguasai teknologi, mampu berpikir kritis, adaptif, namun tetap mengedepankan keramahan, integritas, dan identitas bangsa," ujar Widiyanti di hadapan para wisudawan.
Ia menambahkan, lulusan tahun ini berada pada momentum yang tepat. Data Kementerian Pariwisata mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut membuka ruang kerja yang luas bagi lulusan untuk mendukung pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Widiyanti menekankan target yang ingin dicapai tidak hanya sekadar jumlah kunjungan.
"Kita ingin wisatawan tinggal lebih lama, menikmati lebih banyak produk dan pengalaman lokal, serta memberikan nilai ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat," kata Widiyanti.
Direktur Poltekpar NHI Bandung Anwari Masatip mengungkapkan tema wisuda tahun ini adalah "Roots to Horizon: Cultivating Future Tourism". Tema ini mengandung filosofi yang mendalam tentang keseimbangan antara identitas dan kemajuan.
Roots atau akar menggambarkan identitas, budaya, nilai, tradisi, serta kekayaan alam Indonesia yang menjadi fondasi. Sementara horizon merepresentasikan masa depan, peluang, inovasi, dan cita-cita yang harus dicapai bersama.
"Kami berharap para lulusan Politeknik Pariwisata NHI Bandung mampu menjangkau cakrawala dunia tanpa kehilangan akar dan identitas Indonesia," kata Anwari.
Ia menegaskan kemajuan pariwisata tidak boleh menjauhkan semua pihak dari budaya dan nilai-nilai lokal. Justru kekayaan budaya, kearifan lokal, dan warisan alam Indonesia harus menjadi fondasi lahirnya inovasi pariwisata masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.
Achmad Quraysh Syach Anwar, perwakilan wisudawan dari Program Studi Pengelolaan Usaha Rekreasi, menyampaikan pesan mewakili seluruh lulusan. Ia mengenang dinamika perkuliahan dari pembentukan karakter hingga pengalaman uji kompetensi di industri.
"Hari ini bukan sekadar tentang selembar ijazah, ini tentang bagaimana kita bertahan dan bangkit. Toga ini adalah amanah, dan kita siap melangkah ke politeknik kehidupan yang sesungguhnya," tutur Achmad.
Dalam kesempatan tersebut, Poltekpar NHI Bandung juga memberikan apresiasi kepada 10 wisudawan dan wisudawati terbaik tahun 2026. Mereka dinilai memiliki capaian akademik dan non-akademik yang menonjol selama menempuh pendidikan.