RSUD La Palaloi Maros Siap Operasikan Cath Lab Bantuan Rp30 Miliar dari Kemenkes, Pasien Jantung Tak Lagi Dirujuk ke Makassar

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Selasa, 08 September 2026 | 09:57:02 WIB
RSUD La Palaloi Maros menyiapkan pengoperasian Cath Lab bantuan Kementerian Kesehatan senilai Rp30 miliar untuk menangani pasien jantung.

RSUD La Palaloi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, siap mengoperasikan Catheterization Laboratory (Cath Lab) untuk menangani pasien jantung. Operasional penuh alat senilai kurang lebih Rp30 miliar dari Kementerian Kesehatan itu ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

MAROS — Warga Kabupaten Maros yang mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah tidak perlu lagi dirujuk ke Makassar. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) La Palaloi tengah menyiapkan pengoperasian Cath Lab, fasilitas diagnostik dan tindakan intervensi untuk penyakit jantung koroner.

Bantuan alat medis mutakhir dari Kementerian Kesehatan RI itu telah tiba di lokasi rumah sakit. Bupati Maros, HA. Chaidir Syam, menyebut nilainya mencapai kurang lebih Rp30 miliar.

Pasien Tak Lagi Dirujuk ke Makassar untuk Pasang Ring Jantung

Selama ini, warga Maros yang membutuhkan tindakan seperti pemasangan cincin atau balon jantung harus menempuh perjalanan ke rumah sakit di Kota Makassar. Kondisi itu kerap membuang waktu yang krusial bagi pasien darurat, terutama saat golden period.

“Kehadiran Cath Lab ini dipastikan akan memangkas birokrasi rujukan dan menghemat waktu penanganan pasien darurat,” kata Bupati Maros, HA. Chaidir Syam, Senin.

Dengan fasilitas ini, penanganan jantung dapat dilakukan langsung di RSUD La Palaloi. Layanan yang sebelumnya hanya tersedia di Makassar kini bisa diakses lebih dekat oleh masyarakat Maros.

Alat Datang, Tunggu Izin Operasi dan Tenaga Terlatih

Meski unit alat sudah berada di lokasi, fasilitas ini belum bisa langsung dipakai. Direktur Utama RSUD La Palaloi, dr Sri Syamsinar Rachmah, menyebut pengoperasian penuh diperkirakan baru berjalan pada akhir tahun ini.

“Untuk pengoperasian alat sekompleks Cath Lab, kita sementara pengurusan ijin pengoperasian dan membutuhkan tenaga dokter dan tim medis yang benar-benar terlatih,” jelasnya.

Tim medis rumah sakit tengah menjalani pelatihan khusus. Para dokter mengikuti program fellowship selama satu tahun di Tiongkok, sementara tenaga keperawatan sedang menjalani pelatihan tiga bulan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

Bupati: Hasil Perjuangan Panjang ke Pemerintah Pusat

Chaidir Syam menegaskan hadirnya alat senilai puluhan miliar ini bukan proses yang instan. Menurutnya, ini merupakan buah dari sinergi dan perjuangan panjang pemerintah daerah hingga ke tingkat pusat.

“Kami atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Maros mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden RI dan Menteri Kesehatan RI atas perhatian dan bantuan luar biasa ini,” ujarnya.

Bupati menyebut bantuan tersebut menjadi solusi krusial untuk men

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top